<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Blog Teladan</title>
	<atom:link href="http://abdilatief.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abdilatief.wordpress.com</link>
	<description>sejarah, biografi, resensi, novel, kisah teladan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Dec 2011 06:41:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='abdilatief.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Blog Teladan</title>
		<link>http://abdilatief.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://abdilatief.wordpress.com/osd.xml" title="Blog Teladan" />
	<atom:link rel='hub' href='http://abdilatief.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Minta Maaf</title>
		<link>http://abdilatief.wordpress.com/2009/11/01/minta-maaf/</link>
		<comments>http://abdilatief.wordpress.com/2009/11/01/minta-maaf/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 19:52:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iblizoffence</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Teladan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abdilatief.wordpress.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[Seorang anak sangat suka berdebat dengan kawannya sehingga menjadi hobinya untuk mendebat temanya. Suata hari dia ingin sadar dan bertanya kepada ayahnya. yah, bagaimana caranya supaya saya bisa berhenti untuk berdebat dengan orang? &#8220;tancapkan paku pada pagar depan rumah setiap kali engkau berdebat dengan orang lain&#8221; jawab ayahnya berikutnya si anak melaksanakan apa yang di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdilatief.wordpress.com&amp;blog=9799421&amp;post=73&amp;subd=abdilatief&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Seorang anak sangat suka berdebat dengan kawannya sehingga menjadi hobinya untuk mendebat temanya. Suata hari dia ingin sadar dan bertanya kepada ayahnya. yah, bagaimana caranya supaya saya bisa berhenti untuk berdebat dengan orang?<br />
&#8220;tancapkan paku pada pagar depan rumah setiap kali engkau berdebat dengan orang lain&#8221; jawab ayahnya<br />
berikutnya si anak melaksanakan apa yang di katakan oleh ayahnya. Maka setiap dia berdebat dengan seseorang dia pun menancapkan paku di pagar rumahnya. Seiring bergulirnya waktu, pakupun banyak di depan rumahnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Suata hari di kembali bertanya kepada ayahnya bahwa di sudah bosan berdebat dengan orang. Kemudian ayahnya menyuruhnya untuk meminta maaf kepada setiap orang yang pernah di ajaknya berdebat dengan syarat jika sudah meminta maaf maka cabutlah satu paku yang pernah di tancapkan. Sang anak pun melaksanakan perintah ayahnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah beberapa bulan paku yang tertancap di pagar telah habis sebagai tanda bahwa semua orang yang pernah diajak berdebat telah memaafkannya. Sang anak menghadap ayah dan menayakan bahwa dia telah meminta maaf kepada semua orang. Namun keluarlah perkataan mutiara dari mulut sang ayah</p>
<p style="text-align:justify;">
<span style="color:#ff6600;"><strong><em>&#8220;Benar engkau telah meminta maaf namun lihatlah pagar itu meskipun engkau telah mencabut pakunya namun tetap meninggalkan bekas begitupun manusia walaupun engkau telah meminta maaf namun masih ada goresan dalam hati&#8221;</em></strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff6600;"><strong><em><a href="http://iblizinfo.blogspot.com" target="_self">iblizinfo.blogspot.com</a><br />
</em></strong></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abdilatief.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abdilatief.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abdilatief.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abdilatief.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abdilatief.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abdilatief.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abdilatief.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abdilatief.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abdilatief.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abdilatief.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abdilatief.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abdilatief.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abdilatief.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abdilatief.wordpress.com/73/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdilatief.wordpress.com&amp;blog=9799421&amp;post=73&amp;subd=abdilatief&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abdilatief.wordpress.com/2009/11/01/minta-maaf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e54161fb4e52a116a664314d14d06d62?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">iblizoffence</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Abunawas (Botol Ajaib)</title>
		<link>http://abdilatief.wordpress.com/2009/10/27/abunawas-botol-ajaib/</link>
		<comments>http://abdilatief.wordpress.com/2009/10/27/abunawas-botol-ajaib/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 22:40:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iblizoffence</dc:creator>
				<category><![CDATA[Abu Nawas]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Jenaka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abdilatief.wordpress.com/?p=67</guid>
		<description><![CDATA[Tidak ada henti-hentinya. Tidak ada kapok-kapoknya, Baginda selalu memanggil Abu Nawas untuk dijebak dengan berbagai pertanyaan atau tugas yang aneh-aneh. Hari ini Abu Nawas juga dipanggil ke istana. Setelah tiba di istana, Baginda Raja menyambut Abu Nawas dengan sebuah senyuman. &#8220;Akhir-akhir ini aku sering mendapat gangguan perut. Kata tabib pribadiku, aku kena serangan angin.&#8221; kata [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdilatief.wordpress.com&amp;blog=9799421&amp;post=67&amp;subd=abdilatief&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Tidak ada henti-hentinya. Tidak ada kapok-kapoknya, Baginda selalu memanggil Abu Nawas untuk dijebak dengan berbagai pertanyaan atau tugas yang aneh-aneh. Hari ini Abu Nawas juga dipanggil ke istana. Setelah tiba di istana, Baginda Raja menyambut Abu Nawas dengan sebuah senyuman. &#8220;Akhir-akhir ini aku sering mendapat gangguan perut. Kata tabib pribadiku, aku kena serangan angin.&#8221; kata Baginda Raja memulai pembicaraan.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Ampun Tuanku, apa yang bisa hamba lakukan hingga hamba dipanggil.&#8221; tanya Abu Nawas.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Aku hanya menginginkan engkau menangkap angin dan memenjarakannya.&#8221; kata Baginda.</p>
<p style="text-align:justify;">Abu Nawas hanya diam. Tak sepatah kata pun keluar dari mulutnya. la tidak memikirkan bagaimana cara menangkap angin nanti tetapi ia masih bingung bagaimana cara <span id="more-67"></span>membuktikan bahwa yang ditangkap itu memang benar-benar angin. Karena angin tidak bisa dilihat. Tidak ada benda yang lebih aneh dari angin. Tidak seperti halnya air walaupun tidak berwarna tetapi masih bisa dilihat. Sedangkan angin tidak.</p>
<p style="text-align:justify;">Baginda hanya memberi Abu Nawas waktu tidak lebih dari tiga hari. Abu Nawas pulang membawa pekerjaan rumah dari Baginda Raja. Namun Abu Nawas tidak begitu sedih. Karena berpikir sudah merupakan bagian dari hidupnya, bahkan merupakan suatu kebutuhan. la yakin bahwa dengan berpikir akan terbentang jalan keluar dari kesulitan yang sedang dihadapi. Dan dengan berpikir pula ia yakin bisa menyumbangkan sesuatu kepada orang lain yang membutuhkan terutama orang-orang miskin. Karena tidak jarang Abu Nawas menggondol<br />
sepundi penuh uang emas hadiah dari Baginda Raja atas kecerdikannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi sudah dua hari ini Abu Nawas belum juga mendapat akal untuk menangkap angin apalagi memenjarakannya. Sedangkan besok adalah hari terakhir yang telah ditetapkan Baginda Raja. Abu Nawas hampir putus asa. Abu Nawas benar-benar tidak bisa tidur walau hanya sekejap.</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin sudah takdir; kayaknya kali ini Abu Nawas harus menjalani hukuman karena gagal melaksanakan perintah Baginda. la berjalan gontai menuju istana. Di sela-sela kepasrahannya kepada takdir ia ingat sesuatu, yaitu Aladin dan lampu wasiatnya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Bukankah jin itu tidak terlihat?&#8221; Abu Nawas bertanya kepada diri sendiri. la berjingkrak girang dan segera berlari pulang. Sesampai di rumah ia secepat mungkin menyiapkan segala sesuatunya kemudian menuju istana. Di pintu gerbang istana Abu Nawas langsung dipersilahkan masuk oleh para pengawal karena Baginda sedang menunggu kehadirannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan tidak sabar Baginda langsung bertanya kepada Abu Nawas. &#8220;Sudahkah engkau berhasil memenjarakan angin, hai Abu Nawas?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Sudah Paduka yang mulia.&#8221; jawab Abu Nawas dengan muka berseri-seri sambil mengeluarkan botol yang sudah disumbat. Kemudian Abu Nawas menyerahkan botol itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Baginda menimang-nimang botol itu. &#8220;Mana angin itu, hai Abu Nawas?&#8221; tanya Baginda.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Di dalam, Tuanku yang mulia.&#8221; jawab Abu Nawas penuh takzim.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Aku tak melihat apa-apa.&#8221; kata Baginda Raja.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Ampun Tuanku, memang angin tak bisa dilihat, tetapi bila Paduka ingin tahu angin, tutup botol itu harus dibuka terlebih dahulu.&#8221; kata Abu Nawas menjelaskan. Setelah tutup botol dibuka Baginda mencium bau busuk. Bau kentut yang begitu menyengat hidung.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Bau apa ini, hai Abu Nawas?!&#8221; tanya Baginda marah.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Ampun Tuanku yang mulia, tadi hamba buang angin dan hamba masukkan ke dalam botol. Karena hamba takut angin yang hamba buang itu keluar maka hamba memenjarakannya dengan cara menyumbat mulut botol.&#8221; kata Abu Nawas ketakutan.</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi Baginda tidak jadi marah karena penjelasan Abu Nawas memang masuk akal. Dan untuk kesekian kali Abu Nawas selamat.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.dongengkakrico.com/index.php?view=article&amp;catid=60%3Akumpulan-kisah-abu-nawas&amp;id=624%3Abotol-ajaib&amp;option=com_content&amp;Itemid=94">sumber: Dongeng kak riko</a></p>
<h2 style="text-align:justify;"><a href="http://abdilatief.wordpress.com"><span style="color:#ff0000;"><strong>Kembali Kehalaman Pertama</strong></span><br />
</a></h2>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abdilatief.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abdilatief.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abdilatief.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abdilatief.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abdilatief.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abdilatief.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abdilatief.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abdilatief.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abdilatief.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abdilatief.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abdilatief.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abdilatief.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abdilatief.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abdilatief.wordpress.com/67/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdilatief.wordpress.com&amp;blog=9799421&amp;post=67&amp;subd=abdilatief&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abdilatief.wordpress.com/2009/10/27/abunawas-botol-ajaib/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e54161fb4e52a116a664314d14d06d62?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">iblizoffence</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Omar Mochtar “The Lion Of The Desert”</title>
		<link>http://abdilatief.wordpress.com/2009/10/21/omar-mochtar-%e2%80%9cthe-lion-of-the-desert%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://abdilatief.wordpress.com/2009/10/21/omar-mochtar-%e2%80%9cthe-lion-of-the-desert%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 03:44:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iblizoffence</dc:creator>
				<category><![CDATA[Biografi]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Teladan]]></category>
		<category><![CDATA[Pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[Perang]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Hadis]]></category>
		<category><![CDATA[Khalid Bin Walid]]></category>
		<category><![CDATA[Omar Mukhtar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abdilatief.wordpress.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[Umar Muchtar adalah seorang tokoh dan figur yang memiliki semangat juang tinggi, intelektual, cerdas dan berdedikasi tinggi pada agamanya. Dilahirkan tahun 1861, Umar memulai hidupnya menjadi seorang sufi dan memasuki tarekat yang bernama Sanusiyah sampai beliau meninggal. Tarekat yang unik. Ia tidak meninggalkan dunia tetapi peduli terhadap persoalan dunia. Tarekat ini sering berperang melawan ketidakadilan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdilatief.wordpress.com&amp;blog=9799421&amp;post=56&amp;subd=abdilatief&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a rel="attachment wp-att-57" href="http://abdilatief.wordpress.com/2009/10/21/omar-mochtar-%e2%80%9cthe-lion-of-the-desert%e2%80%9d/images/"><img class="alignleft size-full wp-image-57" title="omar1" src="http://abdilatief.files.wordpress.com/2009/10/images.jpg?w=418" alt="omar1"   /></a>Umar Muchtar adalah seorang tokoh dan figur yang memiliki semangat juang tinggi, intelektual, cerdas dan berdedikasi tinggi pada agamanya. Dilahirkan tahun 1861, Umar memulai hidupnya menjadi seorang sufi dan memasuki tarekat yang bernama Sanusiyah sampai beliau meninggal. Tarekat yang unik. Ia tidak meninggalkan dunia tetapi peduli terhadap persoalan dunia. Tarekat ini sering berperang melawan ketidakadilan. Ini mengingatkan kita dengan do’a Abu Bakar, “<strong><em>Ya Allah! Jadikanlah dunia ini di tangan kami bukan di hati kami</em></strong>”.</p>
<p style="text-align:justify;">Awal Perjuangan Libya Tahun 1911 dimulai saat kapal-kapal perang Itali berlabuh di pantai Tripoli, Libya. Mereka membuat permintaan kepada kekhalifahan Turki Ustmaniyah untuk menyerahkan Tripoli kepada Italia. Kalau tidak kota itu akan dihancurkan. Bersama rakyat Libya, kekhalifahan menolaknya mentah–mentah permintaan itu. Mereka menganggap <span id="more-56"></span>hal ini sebuah penghinaan. Akibatnya, titisan bangsa Romawi ini pun mengebom kota Tripoli tiga hari tiga malam. Peristiwa ini menjadi seri perjuangan mujahidin Libya, bersama tentara Turki melawan pasukan Italia.</p>
<p style="text-align:justify;">Tahun 1912, Sultan Turki menandatangani sebuah perjanjian damai yang sejatinya sebagai simbol menyerahnya Turki kepada Italia. Perjanjian itu diadakan di kota Lausanne,Switzerland. Itulah awal pemerintahan kolonial Italia berkuasa di Libya. Namun, perjanjian ini ditolak rakyat Libya. Mereka tetap melanjutkan perang jihad. Di beberapa wilayah, mereka masih tetap dibantu oleh tentara Turki yang tidak mematuhi perintah dari Jenderal  Turki di pusat kekhalifahan, Istanbul.</p>
<p style="text-align:justify;">Umar Mukhtar merupakan seorang komandan perang yang juga master dalam strategi perang gerilya di padang pasir. Ia memanfaatkan pengetahuannya tentang peta geografi Libya,untuk memenangi pertempuran. Terlebih pasukan Italia ‘buta’ dengan padang pasir. Beliau benar-benar memanfaatkan keterbatasan itu sebagai area menjadi sebuah titik kemenangan. Karena ia menyadari, ia bergerak dalam ruang lingkup hukum alam atau sunnatullah. “Jangan pernah melawan sunnatullah pada alam, sebab ia pasti akan mengalahkanmu. Tapi gunakanlah sebagiannya untuk menundukkan sebagian yang lain, niscaya kamu akan sampai tujuan”,kaedah indah yang dipakai imam syahid <span style="color:#993300;"><span style="color:#993300;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hasan_al-Banna" target="_blank"><strong>Hasan Al-Banna</strong></a></span>.</span></p>
<p style="text-align:justify;">Umar Mukhtar memiliki sekitar 6000 pasukan. Beliau juga membentuk pasukan elit kecil yang mempunyai mobility dan keterampilan perang yang tinggi. Keistimewaanya, berani tampil menjemput syahid. Pasukan ini mirip <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Qassam" target="_blank"><strong><span style="color:#993300;">Brigade Izzuddin Al-Qassam</span></strong></a> yang miliki HAMAS di Palestina.</p>
<p style="text-align:justify;">Tahun 1921 Umar Mukhtar tertangkap, karena pengkianatan salah seorang pasukannya. Tetapi berkat kepiawaiannya berdiplomasi dalam bahasa Inggris, Umar pun cepat dibebaskan oleh tentara musuh. Di tahun yang sama, Libya diperintah oleh Gubernur Jenderal Guiseppe Volvi. Ia mendeklarasikan akan “memperjuangkan hak-hak Italia dengan darah”. Lima belas ribu pasukan Italia pun disebar di kota Libya untuk membunuh para penduduk awam. Angkatan udara italia pun juga ikut berbicara. Kepala operasi ketentaraan ini adalah Pietro Badoglio dan Rudolfo Graziani. Nama terakhir ini tidak mengecualikan seorang pun dari pendukung-pendukung Umar yang tertangkap. Semuanya harus dibantai. Hal ini mendorong Umar beserta pasukannya kembali angkat senjata. Kemenangan pun diperoleh.</p>
<p style="text-align:justify;"><a rel="attachment wp-att-60" href="http://abdilatief.wordpress.com/2009/10/21/omar-mochtar-%e2%80%9cthe-lion-of-the-desert%e2%80%9d/images2-2/"><img class="aligncenter size-full wp-image-60" title="omar4" src="http://abdilatief.files.wordpress.com/2009/10/images21.jpg?w=418" alt="omar4"   /></a>Italia kalang kabut. Mereka ambil sikap, menangkapi rakyat biasa Libya. Karena itu, Mujahidin Libya harus menjalani peperangan yang sangat panjang. Umar berganti titel menjadi komandan perang untuk seluruh wilayah Libya. Terlebih, ia seorang ‘lulusan’ penjara Italia, sekolah yang semakin membesarkan cintanya membela Islam.</p>
<p style="text-align:justify;">Peperangan yang berkisar pada tahun 1923– 931, menyebabkan Italia menderita kerugian yang amat sangat. Italia kalah perang di mana-mana. Setelah mendapat laporan dari Libya, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Benito_Mussolini" target="_blank"><strong><span style="color:#993300;">Benito Musollini</span></strong></a> turun tangan. Ia mengirim 400.000 pasukannya ke Libya. Perang menjadi sangat tidak seimbang. Ibarat David versus Goliath. Pasukan Umar Mukhtar ‘hanya’ 10.000 orang. Di dalam al-Quran disebutkan bahwa bandingan pasukan muslim melawan pasukan kafir 1:10. Sangat wajar 10.000:400.000 mengakibatkan kekalahan mujahidin Libya.</p>
<h3 style="text-align:justify;"><span style="color:#ff9900;">Menjemput Syahid</span></h3>
<p style="text-align:justify;">Hukum Sunnatullah berlaku. Apalagi Mujahidin Libya telah berperang selama 20 tahun. Italia? mereka selalu berdarah segar, terkecuali para pemimpinnya. Tahun 1931, Umar Mukhtar tertangkap. Sebuah pukulan telak kepada rakyat Libya. Beliau pun diadili dalam pengadilan yang tidak ada keadilan di dalamnya. Akhirnya, 16 September 1931 Umar Mukhtar mendapatkan karunia Ilahiyah yang mengabadikannya; tiang gantungan. Sebuah icon paling penting dalam sejarah tirani abad ke-20. Simbol yang sangat akrab di telinga kaum muslimin khususnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><a rel="attachment wp-att-58" href="http://abdilatief.wordpress.com/2009/10/21/omar-mochtar-%e2%80%9cthe-lion-of-the-desert%e2%80%9d/420px-omar_mukhtar_5/"><img class="alignright size-medium wp-image-58" title="omar2" src="http://abdilatief.files.wordpress.com/2009/10/420px-omar_mukhtar_5.jpg?w=210&#038;h=300" alt="omar2" width="210" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Ratusan ribu rakyat Libya pun tak kuasa menahan tangisnya. Sedih karena sang idola telah tiada. Tetapi terharu melihat sang idola tersenyum menemui Robb-nya. Mereka semua mempunyai alasan untuk menitikkan air mata kesedihan. Sebagaimana kesedihan yang dirasakan wanita-wanita Madinah ketika mendengar berita kematian<a href="http://abdilatief.wordpress.com/2009/10/10/khalid-bin-walid/"><span style="color:#993300;"> <strong>Khalid bin Walid</strong> </span></a>di Syam. Sebab, orang-orang seperti itu memang layak ditangisi.</p>
<h3 style="text-align:justify;"><span style="color:#ff9900;">‘Sang Pemimpin&#8221; dan Rahasia di Balik Kesuksesannya</span></h3>
<p style="text-align:justify;">Italia sangat terkenal dengan kekuatan militer. Terlebih, ia di bawah arahan Benito Musollini; diktator Italia yang menganut Fasis. Teman akrabnya,<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hitler" target="_blank"><strong><span style="color:#993300;"> Adolf Hittler</span></strong></a>; diktator Jerman yang menganut Nazi. Membuat kocar kacir kekuatan yang ‘maha dahsyat’ seperti itu tidaklah mudah. Bahkan sangat berat. Tetapi tidak bagi Umar dan pasukannya. Mereka seringkali menjungkalkan benteng pertahanan milik Italia.</p>
<p style="text-align:justify;">Sang pemimpin memiliki daya karismatik yang tinggi di mata rakyat Libya. Beliau mungkin sesuai dengan cara<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Umar_bin_Khattab"><span style="color:#993300;"><strong> Umar bin Khatab r.a</strong></span></a> memaknai nilai seorang pemimpin di mata Allah. Ia berpesan kepada para pejabat di masa kekhalifahannya, “Ketahuilah kedudukan Anda di mata Allah dengan cara melihat tingkat penerimaan masyarakat kepada Anda!” Beliau memiliki keyakinan bahwa Allah hanya akan mau memenangkan agama-Nya dengan usaha-usaha manusia, bukan dengan mukjizat demi mukjizat. Di sinilah kunci kemenangan mujahidin Libya. Pasukan Umar Mukhtar sering memenangi peperangan meskipun dalam rasio pasukan yang jauh berbeda.</p>
<p style="text-align:justify;"><a rel="attachment wp-att-62" href="http://abdilatief.wordpress.com/2009/10/21/omar-mochtar-%e2%80%9cthe-lion-of-the-desert%e2%80%9d/omar_mokhtar-2/"><img class="alignleft size-full wp-image-62" title="omar mokhtar2" src="http://abdilatief.files.wordpress.com/2009/10/omar_mokhtar1.jpg?w=418" alt="omar mokhtar2"   /></a>Sang pemimpin mengajarkan kepada kita bertarung dengan ruh dan semangat. Ketika ‘itu’ hilang dalam diri, maka segeralah bersiap–siap mengubur kemenangan. Umar Mukhtar adalah seorang manusia seperti halnya kita. Ia juga selalu dirundung banyak masalah. Pasti!. Kesedihan, kecemasan dan ketakutan. Bahkan keputusasaan serta keterpurukan pun mendera jiwanya. Pekerjaan-pekerjaan tersebut pastilah menyedot energi fisik, jiwa spiritual, dan pemikirannya. Namun, ia tahu bagaimana melawan ketakutan dan kesedihan. Memunculkan harapan di atas keputusasaan. Mereka selalu tampak santai dalam kesibukan, tenang di bawah tekanan, bekerja dalam kesulitan, optimis di depan tantangan, dan gembira dalam segala situasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Itu semua hanya berangkat dengan modal keyakinan iman dalam jiwanya. Ia memiliki tradisi spiritualitas yang khas. Selalu berharap akan pertolongan dan kemenangan dari Allah. Itu</p>
<p style="text-align:justify;">semua terlukis dalam bentuk ibadah nadhahnya kepada sang Khalik dan perbuatan ‘saleh’ lainnya. Karena itu, ia abadi dalam kenangan manusia. Menjadi bintang abadi di langit sejarah. Wallahua’lam bisshawwab.</p>
<p style="text-align:justify;">
<h3 style="text-align:justify;"><span style="color:#ff9900;"><em><strong>&#8220;Akan selalu ada segolongan dari umatku yang memperjuangkan kebenaran, mereka tidak akan dimudharatkan oleh orang–orang yang menghina dan menyalahi mereka sampai datang keputusan Allah.&#8221; ( HR. Muslim )&#8221;</strong></em></span></h3>
<p style="text-align:justify;">
<h2 style="text-align:justify;"><span style="color:#ff9900;"><a href="http://abdilatief.wordpress.com"><span style="color:#ff6600;"><strong>Kehalaman Pertama</strong></span></a><em><strong><br />
</strong></em></span></h2>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abdilatief.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abdilatief.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abdilatief.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abdilatief.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abdilatief.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abdilatief.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abdilatief.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abdilatief.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abdilatief.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abdilatief.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abdilatief.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abdilatief.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abdilatief.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abdilatief.wordpress.com/56/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdilatief.wordpress.com&amp;blog=9799421&amp;post=56&amp;subd=abdilatief&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abdilatief.wordpress.com/2009/10/21/omar-mochtar-%e2%80%9cthe-lion-of-the-desert%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e54161fb4e52a116a664314d14d06d62?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">iblizoffence</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abdilatief.files.wordpress.com/2009/10/images.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">omar1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abdilatief.files.wordpress.com/2009/10/images21.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">omar4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abdilatief.files.wordpress.com/2009/10/420px-omar_mukhtar_5.jpg?w=210" medium="image">
			<media:title type="html">omar2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abdilatief.files.wordpress.com/2009/10/omar_mokhtar1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">omar mokhtar2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Malcolm X Pendakwah Besar Amerika (Part 1)</title>
		<link>http://abdilatief.wordpress.com/2009/10/19/malcolm-x-pendakwah-besar-amerika-part-1/</link>
		<comments>http://abdilatief.wordpress.com/2009/10/19/malcolm-x-pendakwah-besar-amerika-part-1/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 13:10:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iblizoffence</dc:creator>
				<category><![CDATA[Biografi]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Teladan]]></category>
		<category><![CDATA[Pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Malcolm X]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abdilatief.wordpress.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[“Pada usiaku yang ke-39, aku berada di kota suci Mekah. Saat itulah, untuk pertamakali dalam hidupku, aku berdiri di hadapan Ciptaan Yang Mahakuasa dan aku merasa menjadi manusia utuh.” (The Autobiography of Malcolm X, seperti yang dituturkan kepada Alex Haley) Inilah kisah seseorang manusia yang bangkit dari limbah dunia kriminalitas, dan menjadi pemimpin revolusi hitam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdilatief.wordpress.com&amp;blog=9799421&amp;post=51&amp;subd=abdilatief&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://abdilatief.files.wordpress.com/2009/10/malcolm_x.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-52" title="malcolm_x_usa" src="http://abdilatief.files.wordpress.com/2009/10/malcolm_speaking.jpg?w=418" alt="malcolm_x_usa"   /></a>“Pada usiaku yang ke-39, aku berada di kota suci  <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mekkah" target="_blank"><span style="color:#ff0000;"><strong>Mekah</strong></span></a>. Saat itulah, untuk pertamakali dalam hidupku, aku berdiri di hadapan Ciptaan Yang Mahakuasa dan aku merasa menjadi manusia utuh.” (<em>The Autobiography of Malcolm X, seperti yang dituturkan kepada Alex Haley</em>)</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Inilah kisah seseorang manusia yang bangkit dari limbah dunia kriminalitas, dan menjadi pemimpin revolusi hitam di Amerika Serikat.</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;">Pada tanggal 19 Mei 1924 di Omaha, Nebraska, seorang bayi kulit hitam lahir dan diberi nama Malcolm Little. Kelak, bayi itu begitu terkenal dengan nama Malcolm X, dan setiap orang kulit hitam muslim di AS tahu siapa <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malcolm_X" target="_blank"><strong><span style="color:#ff0000;">Malcolm X</span></strong></a> .”X”, nama yang diberikan oleh orang yang membuatnya menjadi muslim.”X” suatu cara untuk mengidentifikasikan dirinya dengan budak-budak hitam Afrika yang diangkut ke <span id="more-51"></span>Amerika. Dulu, pada abad ke-19, bahkan nama orang-orang hitam itu tak diacuhkan oleh pedagang-pedagang budak, dan karena itu mereka hanya disebut sebagai “X”.<br />
Malcolm Little, seperti kebanyakan kaum kulit hitam pada awal tahun 1900-an di Amerika, sering berkabung dalam kemelaratan, dan menghirup udara perbedaan perlakuan ras. Ayah Malcolm, Earl Little, adalah pendeta Gereja Baptis. Dia aktif dalam organisasi UNIA (Asosiasi Perbaikan Kaum Negro Sedunia). UNIA mengibarkan panji-panji kaum kulit hitam asli, dan menganjurkan kembali ke Afrika tanah nenek moyang mereka.  Begitu tumbuh dewasa, Malcolm seperti ayahnya: tinggi, besar, dan gagah.</p>
<p style="text-align:justify;">Kehidupan keluarga pendeta Little bukan saja jauh dari kecukupan, tetapi juga banyak mengalami ancaman. Pada suatu malam, ketika lousie (ibu Malcolm) mengandung Malcolm, anaknya yag ketujuh, rumahnya diberondong tembakan oleh  <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/KKK" target="_blank"><span style="color:#ff0000;"><strong>gerombolan KKK (Ku Klux Klan)</strong></span></a> organisasi anti ras hitam. Setelah mengetahui  bahwa pendeta Little tidak ada di rumah dan mereka hanya berhadapan dengan wanita yang tengah hamil besar, gerombolan itu tak melanjutkan terornya.</p>
<p style="text-align:justify;">Peristiwa rasial yang tetap melekat di sanubari Malcolm terjadi tahun 1929. “Saya masih ingat, ketika ibu saya melahirkan adik saya, Yvonne. Rumah kami dibakar, oleh kelompok Black Legion,” tutur Malcolm X, seperti yang di tulis oleh <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Alex_Haley" target="_blank"><strong><span style="color:#ff0000;">Alex Haley</span></strong></a>. “Saya takut dan bingung mendengar sura tembakan dan melihat api yang membakar rumah kami.” Ayahnya malam itu sempat menembak dua orang penunggang kuda yang mengenkan jubah hitam. Itulah seragam Black Legion, organisasi local anti-Negro.</p>
<p style="text-align:justify;">Teror Balck Legion malam itu tampaknya peringatan untuk pendeta Little agar membatalkan rencananya membuka warung di East Lansing, daerah Black Legion, Membuka usaha sendiri adalah salah satu usaha UNIA untuk mengajar kaum negro mandiri. Tetapi itulah, usaha yang pada zaman sekarang terdengar sangat wajar dan tak bakal menimbulkan apa pun itu, pada zaman itu bisa bila dilakukan oleh kulit hitam taruhannya nyawa. Jangankan buka usaha, di kawasan itu ada perturan bahwa kulit berwarna dilarang keluar rumah pada malam hari. “Karena itu rumah kami dibakar. Tak ada sebuah barangpun yang kami selamatkan, kecuali lari keluar rumah ketika api menyambar-nyambar. Kami terpaksa pindah ke luar Kota East Lansing.”</p>
<p style="text-align:justify;">Pada suatu malam, Malcolm terbangun dari tidurnya. Dia melihat ibunya menjerit dan menagis . Di ruang tamu, terlihat dua orang polisi. Mereka menggambarkan bahwa Earl Little Meninggal di tabrak mobil. &#8220;kabarnya, tubuh ayah hampir terbelah dua dan tenggkorak kepalanya hancur. &#8220;bisik-bisik di lansing mengatakan, Black Legion membunuh Earl Little (ayah Malcolm). Pada waktu itu Malcolm masih berusia 6 tahun.</p>
<h2 style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#ff0000;">Bersambung ke Part 2</span></strong></h2>
<h2 style="text-align:justify;"><a href="http://abdilatief.wordpress.com"><span style="color:#ff0000;">Kembali Kehalaman Pertama</span></a></h2>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abdilatief.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abdilatief.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abdilatief.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abdilatief.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abdilatief.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abdilatief.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abdilatief.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abdilatief.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abdilatief.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abdilatief.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abdilatief.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abdilatief.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abdilatief.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abdilatief.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdilatief.wordpress.com&amp;blog=9799421&amp;post=51&amp;subd=abdilatief&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abdilatief.wordpress.com/2009/10/19/malcolm-x-pendakwah-besar-amerika-part-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e54161fb4e52a116a664314d14d06d62?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">iblizoffence</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abdilatief.files.wordpress.com/2009/10/malcolm_speaking.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">malcolm_x_usa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Abu Nawas (Mengecoh Raja)</title>
		<link>http://abdilatief.wordpress.com/2009/10/17/abu-nawas-mengecoh-raja/</link>
		<comments>http://abdilatief.wordpress.com/2009/10/17/abu-nawas-mengecoh-raja/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Oct 2009 01:18:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iblizoffence</dc:creator>
				<category><![CDATA[Abu Nawas]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Jenaka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abdilatief.wordpress.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Sejak peristiwa penghancuran barang-barang di istana oleh Abu Nawas yang dilegalisir oleh Baginda, sejak saat itu pula Baginda ingin menangkap Abu Nawas untuk dijebloskan ke penjara.  Sudah menjadi hukum bagi siapa saja yang tidak sanggup melaksanakan titah Baginda, maka tak disangsikan lagi ia akan mendapat hukuman. Baginda tahu Abu Nawas amat takut kepada beruang. Suatu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdilatief.wordpress.com&amp;blog=9799421&amp;post=47&amp;subd=abdilatief&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://abdilatief.files.wordpress.com/2009/10/abunanawas-f.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-48" title="abunanawas dan raja" src="http://abdilatief.files.wordpress.com/2009/10/abunanawas-f.jpg?w=418" alt="abunanawas dan raja"   /></a>Sejak peristiwa penghancuran barang-barang di istana oleh Abu Nawas yang dilegalisir oleh Baginda, sejak saat itu pula Baginda ingin menangkap Abu Nawas untuk dijebloskan ke penjara.  Sudah menjadi hukum bagi siapa saja yang tidak sanggup melaksanakan titah Baginda, maka tak disangsikan lagi ia akan mendapat hukuman. Baginda tahu Abu Nawas amat takut kepada beruang. Suatu hari Baginda memerintahkan prajuritnya menjemput Abu Nawas agar bergabung dengan rombongan Baginda Raja Harun Al Rasyid berburu beruang. Abu Nawas merasa takut dan gemetar tetapi ia tidak berani menolak perintah Baginda.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam perjalanan menuju ke hutan, tiba-tiba  <span id="more-47"></span>cuaca yang cerah berubah menjadi mendung. Baginda memanggil Abu Nawas. Dengan penuh rasa hormat Abu Nawas mendekati Baginda.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Tahukah mengapa engkau aku panggil?&#8221; tanya Baginda tanpa sedikit pun senyum di wajahnya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Ampun Tuanku, hamba belum tahu.&#8221; kata Abu Nawas.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kau pasti tahu bahwa sebentar lagi akan turun hujan. Hutan masih jauh dari sini. Kau kuberi kuda yang lamban. Sedangkan aku dan pengawal-pengawalku akan menunggang kuda yang cepat. Nanti pada waktu santap siang kita berkumpul di tempat peristirahatanku. Bila hujan turun kita harus menghindarinya dengan cara kita masing-masing agar pakaian kita tetap kering. Sekarang kita berpencar.&#8221; Baginda menjelaskan. Kemudian Baginda dan rombongan mulai bergerak. Abu Nawas kini tahu Baginda akan menjebaknya. la harus mancari akal. Dan ketika Abu Nawas sedang berpikir, tiba-tiba hujan turun.</p>
<p style="text-align:justify;">Begitu hujan turun Baginda dan rombongan segera memacu kuda untuk mencapai tempat perlindungan yang terdekat. Tetapi karena derasnya hujan, Baginda dan para pengawalnya basah kuyup. Ketika santap siang tiba Baginda segera menuju tempat peristirahatan. Belum sempat baju Baginda dan para pengawalnya kering, Abu Nawas datang dengan menunggang kuda yang lamban. Baginda dan para pengawal terperangah karena baju Abu Nawas tidak basah. Padahal dengan kuda yang paling cepat pun tidak bisa mencapai tempat berlindung yang paling dekat.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada hari kedua Abu Nawas diberi kuda yang cepat yang kemarin ditunggangi Baginda Raja. Kini Baginda dan para pengawal-pengawalnya mengendarai kudakuda yang lamban. Setelah Abu Nawas dan rombongan kerajaan berpencar, hujan pun turun seperti kemarin. Malah hujan hari ini lebih deras daripada kemarin. Baginda dan pengawalnya langsung basah kuyup karena kuda yang ditunggangi tidak bisa berlari dengan kencang.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika saat bersantap siang tiba, Abu Nawas tiba di tempat peristirahatan lebih dahulu dari Baginda dan pengawalnya. Abu Nawas menunggu Baginda Raja. Selang beberapa saat Baginda dan para pengawalnya tiba dengan pakaian yang basah kuyup. Melihat Abu Nawas dengan pakaian yang tetap kering Baginda jadi<br />
penasaran. Beliau tidak sanggup lagi menahan keingintahuan yang selama ini disembunyikan.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Terus terang begaimana caranya menghindari hujan, wahai Abu Nawas.&#8221; tanya Baginda.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Mudah Tuanku yang mulia.&#8221; kata Abu Nawas sambil tersenyum.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Sedangkan aku dengan kuda yang cepat tidak sanggup mencapai tempat berteduh terdekat, apalagi dengan kuda yang lamban ini.&#8221; kata Baginda.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Hamba sebenarnya tidak melarikan diri dari hujan.Tetapi begitu hujan turun hamba secepat mungkin melepas pakaian hamba dan segera melipatnya, lalu mendudukinya. Ini hamba lakukan sampai hujan berhenti.&#8221; Diam-diam Baginda Raja mengakui kecerdikan Abu Nawas.</p>
<h2 style="text-align:justify;"><a href="http://abdilatief.wordpress.com"><strong>Kembalai Kehalaman Pertama</strong></a></h2>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abdilatief.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abdilatief.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abdilatief.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abdilatief.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abdilatief.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abdilatief.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abdilatief.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abdilatief.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abdilatief.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abdilatief.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abdilatief.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abdilatief.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abdilatief.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abdilatief.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdilatief.wordpress.com&amp;blog=9799421&amp;post=47&amp;subd=abdilatief&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abdilatief.wordpress.com/2009/10/17/abu-nawas-mengecoh-raja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e54161fb4e52a116a664314d14d06d62?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">iblizoffence</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abdilatief.files.wordpress.com/2009/10/abunanawas-f.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">abunanawas dan raja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sultan Hasanuddin</title>
		<link>http://abdilatief.wordpress.com/2009/10/13/sultan-hasanuddin/</link>
		<comments>http://abdilatief.wordpress.com/2009/10/13/sultan-hasanuddin/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 23:26:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iblizoffence</dc:creator>
				<category><![CDATA[Biografi]]></category>
		<category><![CDATA[Pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[Perang]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Sultan Hasanuddin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abdilatief.wordpress.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Sultan Hasanuddin (lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, 12 Januari 1631 – meninggal di Makassar, Sulawesi Selatan, 12 Juni 1670 pada umur 39 tahun) adalah Raja Gowa ke-16 dan pahlawan nasional Indonesia yang terlahir dengan nama I Mallombasi Muhammad Bakir Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangepe. Setelah memeluk agama Islam, ia mendapat tambahan gelar Sultan Hasanuddin Tumenanga Ri [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdilatief.wordpress.com&amp;blog=9799421&amp;post=37&amp;subd=abdilatief&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://abdilatief.files.wordpress.com/2009/10/27maret07.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-36" title="hasanuddin" src="http://abdilatief.files.wordpress.com/2009/10/27maret07.jpg?w=418" alt="hasanuddin"   /></a>Sultan Hasanuddin</strong> (lahir di <a title="Makassar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Makassar">Makassar</a>, <a title="Sulawesi Selatan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sulawesi_Selatan">Sulawesi Selatan</a>, <a title="12 Januari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/12_Januari">12 Januari</a> <a title="1631" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1631">1631</a> – meninggal di <a title="Makassar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Makassar">Makassar</a>, <a title="Sulawesi Selatan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sulawesi_Selatan">Sulawesi Selatan</a>, <a title="12 Juni" href="http://id.wikipedia.org/wiki/12_Juni">12 Juni</a> <a title="1670" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1670">1670</a> pada umur 39 tahun) adalah Raja <a title="Kerajaan Gowa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Gowa">Gowa</a> ke-16 dan pahlawan nasional <a title="Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a> yang terlahir dengan nama <strong>I Mallombasi Muhammad Bakir Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangepe</strong>. Setelah memeluk agama <a title="Islam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Islam">Islam</a>, ia mendapat tambahan gelar <em>Sultan Hasanuddin Tumenanga Ri Balla Pangkana</em>, hanya saja lebih dikenal dengan Sultan Hasanuddin saja. Karena keberaniannya, ia dijuluki <em>De Haantjes van Het Oosten</em> oleh <a title="Belanda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda">Belanda</a> yang artinya <em>Ayam Jantan/Jago dari Benua Timur</em>. Ia dimakamkan di <a title="Katangka (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Katangka&amp;action=edit&amp;redlink=1">Katangka</a>, <a title="Makassar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Makassar">Makassar</a>.</p>
<p>Sultan Hasanuddin lahir di <a title="Makassar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Makassar">Makassar</a>, merupakan putera kedua dari <a title="Sultan Malikussaid (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sultan_Malikussaid&amp;action=edit&amp;redlink=1">Sultan Malikussaid</a>, Raja <a title="Kerajaan Gowa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Gowa">Gowa</a> ke-15. Sultan Hasanuddin memerintah <a title="Kerajaan Gowa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Gowa">Kerajaan Gowa</a>, ketika Belanda yang <span id="more-37"></span>diwakili <a title="Kompeni" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kompeni">Kompeni</a> sedang berusaha menguasai perdagangan rempah-rempah. <a title="Kerajaan Gowa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Gowa">Gowa</a> merupakan kerajaan besar di wilayah timur Indonesia yang menguasai jalur perdagangan.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sultan_Hasanuddin#cite_note-pahnas-0">[1]</a></sup></p>
<p>Pada tahun <a title="1666" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1666">1666</a>, di bawah pimpinan <a title="Cornelis Speelman" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cornelis_Speelman">Laksamana Cornelis Speelman</a>, Kompeni berusaha menundukkan kerajaan-kerajaan kecil, tetapi belum berhasil menundukkan <a title="Kerajaan Gowa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Gowa">Gowa</a>. Di lain pihak, setelah Sultan Hasanuddin naik takhta, ia berusaha menggabungkan kekuatan kerajaan-kerajaan kecil di Indonesia bagian timur untuk melawan Kompeni.</p>
<p>Pertempuran terus berlangsung, Kompeni menambah kekuatan pasukannya hingga pada akhirnya <a title="Kerajaan Gowa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Gowa">Gowa</a> terdesak dan semakin lemah sehingga pada tanggal <a title="18 November" href="http://id.wikipedia.org/wiki/18_November">18 November</a> <a title="1667" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1667">1667</a> bersedia mengadakan <strong><a title="Perdamaian Bungaya (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Perdamaian_Bungaya&amp;action=edit&amp;redlink=1">Perdamaian Bungaya</a></strong> di <a title="Bungaya, Gowa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bungaya,_Gowa">Bungaya</a>. <a title="Kerajaan Gowa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Gowa">Gowa</a> merasa dirugikan, karena itu Sultan Hasanuddin mengadakan perlawanan lagi. Akhirnya pihak Kompeni minta bantuan tentara ke <a title="Batavia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Batavia">Batavia</a>. Pertempuran kembali pecah di berbagai tempat. Hasanuddin memberikan perlawanan sengit. Bantuan tentara dari luar menambah kekuatan pasukan Kompeni, hingga akhirnya Kompeni berhasil menerobos <a title="Benteng" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Benteng">benteng</a> terkuat <a title="Kerajaan Gowa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Gowa">Gowa</a> yaitu <a title="Benteng Sombaopu (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Benteng_Sombaopu&amp;action=edit&amp;redlink=1">Benteng Sombaopu</a> pada tanggal <a title="12 Juni" href="http://id.wikipedia.org/wiki/12_Juni">12 Juni</a> <a title="1669" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1669">1669</a>. Sultan Hasanuddin kemudian mengundurkan diri dari takhta kerajaan dan wafat pada tanggal <a title="12 Juni" href="http://id.wikipedia.org/wiki/12_Juni">12 Juni</a> <a title="1670" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1670">1670</a>.</p>
<p>Sumber:<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sultan_Hasanuddin" target="_blank">id.wikipedia.org</a></p>
<h2><a href="http://abdilatief.wordpress.com"><span style="color:#993300;"><strong>Kehalaman Pertama</strong></span></a></h2>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abdilatief.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abdilatief.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abdilatief.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abdilatief.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abdilatief.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abdilatief.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abdilatief.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abdilatief.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abdilatief.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abdilatief.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abdilatief.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abdilatief.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abdilatief.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abdilatief.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdilatief.wordpress.com&amp;blog=9799421&amp;post=37&amp;subd=abdilatief&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abdilatief.wordpress.com/2009/10/13/sultan-hasanuddin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e54161fb4e52a116a664314d14d06d62?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">iblizoffence</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abdilatief.files.wordpress.com/2009/10/27maret07.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">hasanuddin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hakim Bin Hazm</title>
		<link>http://abdilatief.wordpress.com/2009/10/12/hakim-bin-hazm/</link>
		<comments>http://abdilatief.wordpress.com/2009/10/12/hakim-bin-hazm/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 20:40:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iblizoffence</dc:creator>
				<category><![CDATA[Biografi]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Teladan]]></category>
		<category><![CDATA[Sedekah]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Hakim Bin Hazm]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abdilatief.wordpress.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Hakim bin Hizam (Arab: حكيم بن حزم ) adalah salah satu sahabat nabi Muhammad, ia tercatat sebagai satu-satunya orang yang lahir di dalam Ka&#8217;bah. Sahabat Nabi Yang Dermawan Keutamaan dari Hakim yang lain adalah sikap rendah hatinya, sehingga dia sangat dihormati oleh masyarakat. Dia pun selalu bersedia membantu orang lain yang sedang tertimpa kesusahan. Ayahnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdilatief.wordpress.com&amp;blog=9799421&amp;post=29&amp;subd=abdilatief&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Hakim bin Hizam</strong> (Arab: حكيم بن حزم ) adalah salah satu sahabat nabi Muhammad, ia tercatat sebagai satu-satunya orang yang lahir di dalam Ka&#8217;bah.</p>
<h4 style="text-align:justify;"><span style="color:#ff9900;">Sahabat Nabi Yang Dermawan</span></h4>
<p style="text-align:justify;">Keutamaan dari Hakim yang lain adalah sikap rendah hatinya, sehingga dia sangat dihormati oleh masyarakat. Dia pun selalu bersedia membantu orang lain yang sedang tertimpa kesusahan. Ayahnya bernama <a title="Hizam (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hizam&amp;action=edit&amp;redlink=1">Hizam</a>, yang adalah putra dari <a title="Khuwailid bin Asad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Khuwailid_bin_Asad">Khuwaylid</a>. Oleh karenanya, Hakim tak lain merupakan kemenakan <span id="more-29"></span>Khadijah, istri Rasulullah, sebab Khadijah adalah putri Khuwaylid.</p>
<p style="text-align:justify;">Kelahiran Hakim bermula ketika berlangsung sebuah acara festival di <a title="Mekkah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mekkah">Mekkah</a>. Sang ibu yang tengah hamil tua, bersama beberapa wanita, lantas masuk ke dalam Kabah untuk berdoa, sebagaimana kebiasaan saat festival. Akan tetapi, secara tiba-tiba, perut sang ibu mendadak sakit dan merasa hendak melahirkan. Dia tidak kuat lagi untuk bergerak dan terpaksa dibaringkan di Kabah. Sesudah dipersiapkan persalinannya, tak lama kemudian seorang bayi terlahir ke dunia kemudian diberi nama Hakim.</p>
<h3 style="text-align:justify;"><span style="color:#ff9900;">Kaya Dari Kecil</span></h3>
<p style="text-align:justify;">Hakim dibesarkan di keluarga berada. Dia pun benar-benar menikmati statusnya sebagai anak dari keluarga terpandang di Makah. Meski demikian, orangtua Hakim tidak serta merta memanjakannya, bahkan dia diberi tanggungjawab untuk melaksanakan rifadah, yakni membantu siapa saja yang membutuhkan pertolongan, terutama pada musim <a title="Haji" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Haji">haji</a>. Hakim pun benar-benar melaksanakan amanat itu dengan penuh keikhlasan bahkan tak jarang dia membantu para jamaah haji menggunakan uangnya sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Hakim pun bersahabat erat dengan Muhammad, jauh sebelum beliau menjadi Rasul. Kendati usianya lima tahun lebih tua dari Rasulullah, namun hal tersebut tidak menghalangi hubungan keduanya. Mereka kerap berbincang serta menikmati kebersamaan sebagai sahabat. Hubungan pertemanan antara Rasulullah dan Hakim menjadi kian dekat manakala Rasul menikah dengan bibinya, <a title="Khadijah binti Khuwailid" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Khadijah_binti_Khuwailid">Khadijah binti Khuwaylid</a>.</p>
<p style="text-align:justify;">Patut dicatat, meski lama bersahabat dengan Rasul, tapi Hakim tidak memeluk Islam hingga peristiwa penaklukan Makkah. Itu berarti lebih dari 20 tahun setelah Islam didakwahkan secara terang-terangan oleh Muhammad. Terhadap hal itu, Hakim sendiri merasa menyesal dengan apa yang sudah dilakukannya sebelum memeluk agama Islam. Ketika pertama kali mengucap <a title="Syahadat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Syahadat">dua kalimah syahadat</a>, dia benar-benar amat bersalah serta menyesali setiap detik dalam hidupnya sebagai seorang musyrik dan menolak kebenaran dari Allah dan Rasul-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sehari setelah dia masuk Islam, seorang anaknya melihat Hakim nampak menangis. Maka bertanyalah sang anak, &#8220;Mengapa ayah menangis?&#8221; Hakim menjawab sambil tersedu, &#8220;Banyak hal yang membuatku menangis, anakku. Yang terutama adalah begitu lamanya waktu bagi aku untuk memeluk Islam. Padahal, dengan menerima ajaran Islam banyak kesempatan dapat diraih untuk melaksanakan kebaikan, namun itulah yang nyatanya telah aku lewatkan. Hidupku tersia-sia ketika terjadi <a title="Perang Badar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Badar">perang Badar</a> dan <a title="Perang Uhud" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Uhud">perang Uhud</a>.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah Uhud, aku berkata pada diri sendiri, bahwa aku tidak akan lagi membantu kaum kafir <a title="Quraisy" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Quraisy">Quraisy</a> melawan Muhammad, dan aku tidak ingin meninggalkan Makkah. Saat aku merasa ingin menerima Islam, aku segera berpaling dan melihat orang-orang di sekelilingku yang kebanyakan kaum kafir Quraisy, untuk kemudian bergabung kembali dengan mereka. Oh andai aku tidak berlaku seperti itu. Tidak ada yang dapat menghancurkan kita selain ketaatan buta kita terhadap nenak moyang. Jadi, kenapa aku tidak menangis, anakku?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Nabi Muhammad memang terkejut manakala seorang yang rendah hati dan berpengatahun seperti Hakim, tidak memeluk Islam. Untuk waktu lama, Rasul sangat berharap bahwa Hakim serta orang-orang yang sepertinya, dapat terbuka mata hati serta menerima kebenaran Islam. Malam sebelum penaklukan Makkah, Rasulullah berkata kepada para sahabat, &#8220;Ada empat orang di Makkah yang aku ingin agar mereka bersedia memeluk agama Islam.&#8221; Sahabat lantas bertanya, &#8220;Siapa saja mereka itu ya Rasul?&#8221; &#8220;Mereka antara lain <a title="Attab bin Usayd (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Attab_bin_Usayd&amp;action=edit&amp;redlink=1">Attab bin Usayd</a>, <a title="Jubayr bin Mutim (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jubayr_bin_Mutim&amp;action=edit&amp;redlink=1">Jubayr bin Mutim</a>, Hakim bin Hazm dan <a title="Suhayl bin Amr (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Suhayl_bin_Amr&amp;action=edit&amp;redlink=1">Suhayl bin Amr</a>,&#8221; jawab Rasul. &#8220;Dengan ridho Allah, mereka akan menjadi Muslim.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika pasukan Islam masuk kota Makkah dan membebaskan kota itu dari jahiliyah, ia lantas berseru, &#8220;Siapa saja yang bersedia mengakui tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, maka dia akan selamat..Siapa saja yang berlindung di Kabah serta meletakkan senjatanya, dia juga akan selamat. Siapa saja yang masuk dan berlindung di rumah Abu Sufyan, dia selamat. Dan siapa saja yang masuk dan berlindung di rumah Hakim ibn Hazm, dia selamat.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Tak berapa lama, Hakim pun bersegera memeluk Islam dengan sepenuh hati. Dia lantas bertekad untuk menebus segala dosa yang pernah dia perbuat semasa hari-hari jahiliyahnya serta apapun yang pernah dia lakukan untuk menentang Rasulullah. Dia ingin menebusnya demi kemuliaan Islam.</p>
<h3 style="text-align:justify;"><span style="color:#ff9900;">Rajin Bersedakah</span></h3>
<p style="text-align:justify;">Pada masa itu, Hakim merupakan pemilik dari sebuah bangunan bersejarah di Makkah bernama Dar an-Nadwah. Di tempat itu, biasanya para pemuka Quraysy berkumpul dan berdiskusi tentang banyak hal. Mereka pun banyak membuat rencana jahat terhadap Nabi Muhammad di sana. Hakim memutuskan untuk menjual bangunan itu, demi menghapus kenangan kelam masa lalu. Dijualnya bangunan tersebut seharga 100 ribu dirham. Seorang kemenakannya pun bertanya, &#8220;Anda telah menjual bangunan berharga itu kepada orang Quraisy, paman?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan sabar Hakim menjawab, &#8220;Kebanggaan dan kejayaan semu kini telah hilang dan berganti nilai takwa. Aku hanya menjual sebuah bangunan namun hdengan harapan dapat menggantinya nanti di <a title="Syurga" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Syurga">syurga</a>. Dan aku berjanji akan mendermakan seluruh hasil dari penjualan ini di jalan Allah.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Bukan hanya itu saja. Saat melaksanakan ibadah haji, dia menyembelih sekitar 100 ekor unta serta membagi-bagikan dagingnya kepada kaum fakir miskin di Makkah. Demikian pula ketika di padang Arafat, bersamanya ada sebanyak 100 budak, dan setelah memberikan masing-masing segenggam perak, para budak itu pun dibebaskannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Hakim memang amat dermawan dan di saat yang sama dia selalu ingin mendapatkan lebih. Seusai perang Hunain, dia meminta sejumlah pampasan perang kepada Rasul. Dia kemudian meminta lebih dan Rasul kembali memberikannya. Hakim belum lama memeluk Islam akan tetapi Rasul amat pemurah kepada mereka yang baru memeluk Islam agar mereka bersedia menerima Islam sepenuhnya. Hakim pun mendapat pampasan perang dalam jumlah cukup banyak.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka Rasul pun berkata kepada Hakim, &#8220;Wahai Hakim! Segala harta benda ini amatlah menarik. Siapa saja yang memilikinya dan merasa puas dengannya akan diberkahi sebaliknya siapa yang merasa tidak puas, tidak akan diberkahi. Dia akan seperti orang makan namun tidak pernah merasa kenyang. Tangan di atas lebih baik dari tangan yang di bawah.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Petuah Rasul ini sangat membekas di hatinya. Dia merasa tersentuh dan lantas berkata kepada Rasul,&#8221;Ya utusan Allah, aku tidak akan meminta kepada siapa pun selain kamu untuk apa pun.&#8221; Sejarah mencatat, Hakim benar-benar menepati ucapannya. Sahabat Rasul ini tidak pernah meminta apapun juga kepada orang lain hingga dia meninggal dunia</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sumber: <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hakim_bin_Hazm" target="_blank">id.wikipedia.org</a></p>
<h2 style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;"><strong><a href="http://abdilatief.wordpress.com">Kehalaman Pertama</a></strong></span></h2>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abdilatief.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abdilatief.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abdilatief.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abdilatief.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abdilatief.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abdilatief.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abdilatief.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abdilatief.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abdilatief.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abdilatief.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abdilatief.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abdilatief.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abdilatief.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abdilatief.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdilatief.wordpress.com&amp;blog=9799421&amp;post=29&amp;subd=abdilatief&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abdilatief.wordpress.com/2009/10/12/hakim-bin-hazm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e54161fb4e52a116a664314d14d06d62?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">iblizoffence</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perang Uhud</title>
		<link>http://abdilatief.wordpress.com/2009/10/12/perang-uhud/</link>
		<comments>http://abdilatief.wordpress.com/2009/10/12/perang-uhud/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 20:31:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iblizoffence</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Teladan]]></category>
		<category><![CDATA[Perang]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Khalid Bin Walid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abdilatief.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Pertempuran Uhud adalah pertempuran yang pecah antara kaum muslimin dan kaum kafir Quraisy pada tanggal 22 Maret 625 M (7 Syawal 3 H). Pertempuran ini terjadi kurang lebih setahun lebih seminggu setelah Pertempuran Badr. Tentara Islam berjumlah 700 orang sedangkan tentara kafir berjumlah 3.000 orang. Tentara Islam dipimpin langsung oleh Rasulullah sedangkan tentara kafir dipimpin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdilatief.wordpress.com&amp;blog=9799421&amp;post=25&amp;subd=abdilatief&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong><a href="http://abdilatief.files.wordpress.com/2009/10/uhud1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-27" title="uhud" src="http://abdilatief.files.wordpress.com/2009/10/uhud1.jpg?w=418" alt="uhud"   /></a>Pertempuran Uhud</strong> adalah pertempuran yang pecah antara kaum muslimin dan kaum kafir Quraisy pada tanggal <strong>22 Maret 625 M (7 Syawal 3 H)</strong>. Pertempuran ini terjadi kurang lebih setahun lebih seminggu setelah<strong> Pertempuran Badr</strong>. <strong>Tentara Islam berjumlah 700</strong> orang sedangkan tentara kafir berjumlah <strong>3.000 orang</strong>. Tentara Islam dipimpin langsung oleh Rasulullah sedangkan tentara kafir dipimpin oleh Abu Sufyan. Disebut Pertempuran Uhud karena terjadi di dekat bukit Uhud yang terletak 4 mil dari Masjid Nabawi dan mempunyai ketinggian 1000 kaki dari permukaan tanah dengan panjang 5 mil.</p>
<h2 style="text-align:justify;"><span style="color:#ff9900;"><strong>Permulaan</strong></span></h2>
<p style="text-align:justify;">Rasulullah menempatkan pasukan <a title="Islam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Islam">Islam</a> di kaki bukit Uhud di bagian barat. <a title="Tentara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tentara">Tentara</a> Islam berada dalam formasi yang kompak dengan panjang front kurang lebih 1.000 yard. Sayap kanan berada <span id="more-25"></span>di kaki bukit Uhud sedangkan sayap kiri berada di kaki bukit Ainain (tinggi 40 kaki, panjang 500 kaki). <a title="Sayap kanan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sayap_kanan">Sayap kanan</a> Muslim aman karena terlindungi oleh bukit Uhud, sedangkan <a title="Sayap kiri" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sayap_kiri">sayap kiri</a> berada dalam bahaya karena musuh bisa memutari bukit Ainain dan menyerang dari belakang, untuk mengatasi hal ini Rasulullah menempatkan 50 <a title="Panah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Panah">pemanah</a> di Ainain dibawah <a title="Pemimpin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemimpin">pimpinan</a> Abdullah bin Jubair dengan perintah yang sangat tegas dan jelas yaitu &#8220;Gunakan panahmu terhadap kavaleri musuh. Jauhkan <a title="Kavaleri" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kavaleri">kavaleri</a> dari belakang kita. Selama kalian tetap di tempat, bagian belakang kita aman. jangan sekali-sekali kalian meninggalkan posisi ini. Jika kalian melihat kami <a title="Menang (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Menang&amp;action=edit&amp;redlink=1">menang</a>, jangan bergabung; jika kalian melihat kami <a title="Kalah (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kalah&amp;action=edit&amp;redlink=1">kalah</a>, jangan datang untuk menolong kami.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Di belakang pasukan Islam terdapat 14 <a title="Perempuan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perempuan">wanita</a> yang bertugas memberi air bagi yang haus, membawa yang terluka keluar dari pertempuran, dan mengobati luka tersebut. Di antara wanita ini adalah <a title="Fatimah az-Zahra" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fatimah_az-Zahra">Fatimah</a>, putri Rasulullah yang juga istri Ali. Rasulullah sendiri berada di sayap kiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Posisi pasukan Islam bertujuan untuk mengeksploitasi kelebihan <a title="Pasukan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pasukan">pasukan</a> Islam yaitu keberanian dan keahlian bertempur. Selain itu juga meniadakan keuntungan musuh yaitu jumlah dan kavaleri (kuda pasukan Islam hanya 2, salah satunya milik Rasulullah). <a title="Abu Sufyan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abu_Sufyan">Abu Sufyan</a> tentu lebih memilih pertempuran terbuka dimana dia bisa bermanuver ke bagian samping dan belakang tentara Islam dan mengerahkan seluruh tentaranya untuk mengepung pasukan tersebut. Tetapi Rasulullah menetralisir hal ini dan memaksa <a title="Abu Sufyan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abu_Sufyan">Abu Sufyan</a> bertempur di front yang terbatas dimana <a title="Infantri" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Infantri">infantri</a> dan <a title="Kavaleri" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kavaleri">kavalerinya</a> tidak terlalu berguna. Juga patut dicatat bahwa tentara Islam sebetulnya menghadap <a title="Madinah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Madinah">Madinah</a> dan bagian belakangnya menghadap bukit Uhud, jalan ke <a title="Madinah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Madinah">Madinah</a> terbuka bagi tentara kafir.</p>
<p style="text-align:justify;">Tentara <a title="Quraish" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Quraish">Quraish</a> berkemah satu mil di selatan bukit Uhud. <a title="Abu Sufyan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abu_Sufyan">Abu Sufyan mengelompokkan</a> pasukan ini menjadi infantri di bagian tengah dan dua sayap kavaleri di samping. Sayap kanan dipimpin oleh <a title="Khalid bin Walid" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Khalid_bin_Walid">Khalid bin Walid</a> dan sayap kiri dipimpin oleh <a title="Ikrimah bin Abu Jahl (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ikrimah_bin_Abu_Jahl&amp;action=edit&amp;redlink=1">Ikrimah bin Abu Jahl</a>, masing-masing berkekuatan 100 orang. <a title="Amr bin Al Aas (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Amr_bin_Al_Aas&amp;action=edit&amp;redlink=1">Amr bin Al Aas</a> ditunjuk sebagai panglima bagi kedua sayap tapi tugasnya terutama untuk koordinasi. <a title="Abu Sufyan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abu_Sufyan">Abu Sufyan</a> juga menempatkan 100 pemanah di barisan terdepan. Bendera Quraish dibawa oleh <a title="Talha bin Abu Talha (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Talha_bin_Abu_Talha&amp;action=edit&amp;redlink=1">Talha bin Abu Talha</a>.</p>
<h2 style="text-align:justify;"><span style="color:#ff9900;">Hikmah</span></h2>
<p style="text-align:justify;">Kisah ini ditulis di Sura Ali ‘Imran ayat 140-179. Dalam ayat2 di Sura Ali ‘Imran, Muhammad menjelaskan kekalahan di Uhud adalah ujian dari Allah (ayat 141) – ujian bagi Muslim mu’min dan munafik (ayat 166-167).</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar (ayat 142)? Bahkan jika Muhammad sendiri mati terbunuh, Muslim harus terus berperang (ayat 144), karena tiada seorang pun yang mati tanpa izin Allah (ayat 145). Lihatlah para nabi yang tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah (ayat 146). Para Muslim tidak boleh taat pada kafir (ayat 149), karena Allah Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut (ayat 151).&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Ayat2 di atas tidak menunjukkan sebab yang sebenarnya mengapa Muhammad dan Muslim kalah perang di Uhud. Penjelasan yang lebih lengkap bisa dibaca di Hadis Sahih Bukhari, Volume 4, Book 52, Number 276</p>
<p style="text-align:justify;">Memang benar bahwa para Muslim hampir saja mampu menghabisi musuh2nya kaum pagan Quraish ketika kemudian perhatian mereka teralihkan. Ketika tentara Muslim melihat para wanita Quraish mengangkat bajunya sehingga menampakkan gelang pergelangan kaki dan kaki2 mereka, mereka mulai berteriak-teriak dan menzalimi mereka. Tanpa peduli akan perintah2 Muhammad, mereka meninggalkan tempat2 jaga mereka dan lalu mengejar wanita2 ini – karena itulah Allah mengijinkan kaum pagan membunuhi para Muslim yang meninggalkan kedudukannya sebagai suatu ujian (ayat 152-153). Tentara Muslim kalah karena salah mereka sendiri (ayat 165). Dan yang terpenting, Muhammad salah perhitungan karena belum memahami strategi perang Sun Tzu.</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber:<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Uhud" target="_blank"> id.wikipedia.org</a></p>
<h2 style="text-align:justify;"><a href="http://abdilatief.wordpress.com"><span style="color:#993300;">Kehalaman Pertama</span></a></h2>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abdilatief.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abdilatief.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abdilatief.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abdilatief.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abdilatief.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abdilatief.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abdilatief.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abdilatief.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abdilatief.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abdilatief.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abdilatief.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abdilatief.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abdilatief.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abdilatief.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdilatief.wordpress.com&amp;blog=9799421&amp;post=25&amp;subd=abdilatief&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abdilatief.wordpress.com/2009/10/12/perang-uhud/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e54161fb4e52a116a664314d14d06d62?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">iblizoffence</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abdilatief.files.wordpress.com/2009/10/uhud1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">uhud</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Imam Bukhari</title>
		<link>http://abdilatief.wordpress.com/2009/10/12/imam-bukhari/</link>
		<comments>http://abdilatief.wordpress.com/2009/10/12/imam-bukhari/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 20:08:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iblizoffence</dc:creator>
				<category><![CDATA[Biografi]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Teladan]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Hadis]]></category>
		<category><![CDATA[Imam Bukhari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abdilatief.wordpress.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin al-Mughirah bin Bardizbah al-Ju&#8217;fi al-Bukhari atau lebih dikenal Imam Bukhari adalah ahli hadits yang termasyhur diantara para ahli hadits sejak dulu hingga kini bersama dengan Imam Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasai dan Ibnu Majah bahkan dalam kitab-kitab Fiqih dan Hadits, hadits-hadits beliau memiliki derajat yang tinggi. Sebagian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdilatief.wordpress.com&amp;blog=9799421&amp;post=22&amp;subd=abdilatief&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin al-Mughirah bin Bardizbah al-Ju&#8217;fi al-Bukhari</strong> atau lebih dikenal Imam Bukhari adalah ahli hadits yang termasyhur diantara para ahli hadits sejak dulu hingga kini bersama dengan Imam Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasai dan Ibnu Majah bahkan dalam kitab-kitab Fiqih dan Hadits, hadits-hadits beliau memiliki derajat yang tinggi. Sebagian menyebutnya dengan julukan Amirul Mukminin fil Hadits (Pemimpin kaum mukmin dalam hal Ilmu Hadits). Dalam bidang ini, hampir semua ulama di dunia merujuk kepadanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Beliau diberi nama Muhammad oleh ayah beliau, Ismail bin Ibrahim. Yang sering menggunakan nama asli beliau ini adalah Imam Turmudzi dalam komentarnya setelah meriwayatkan hadits dalam Sunan Turmudzi. Sedangkan kun`yah beliau adalah Abu Abdullah. Karena lahir di Bukhara, Uzbekistan, Asia Tengah; beliau dikenal sebagai al-Bukhari. Dengan demikian nama lengkap beliau adalah Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin al-Mughirah bin Bardizbah al-Ju&#8217;fi al-Bukhari. Ia lahir pada tanggal 13 Syawal 194 H (21 Juli 810 M). Tak lama setelah lahir, beliau kehilangan penglihatannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Bukhari dididik dalam keluarga ulama yang taat beragama. Dalam kitab ats-Tsiqat, Ibnu Hibban menulis bahwa ayahnya dikenal sebagai orang yang wara&#8217; dalam arti berhati hati terhadap hal hal yang bersifat syubhat (ragu-ragu) hukumnya terlebih lebih terhadap hal yang haram. Ayahnya adalah seorang ulama bermadzhab Maliki dan merupakan murid dari Imam Malik, seorang ulama besar dan ahli fikih. Ayahnya wafat ketika Bukhari masih kecil.</p>
<p style="text-align:justify;">Bukhari berguru kepada Syekh Ad-Dakhili, ulama ahli hadits yang masyhur di Bukhara. pada usia 16 tahun bersama keluarganya, ia mengunjungi kota suci terutama Mekkah dan Madinah, dimana dikedua <span id="more-22"></span>kota suci itu dia mengikuti kuliah para guru besar hadits. Pada usia 18 tahun dia menerbitkan kitab pertama Kazaya Shahabah wa Tabi&#8217;in, hafal kitab-kitab hadits karya Mubarak dan Waki bin Jarrah bin Malik. Bersama gurunya Syekh Ishaq, menghimpun hadits-hadits shahih dalam satu kitab, dimana dari satu juta hadits yang diriwayatkan 80.000 perawi disaring menjadi 7275 hadits.</p>
<p style="text-align:justify;">Bukhari memiliki daya hafal tinggi sebagaimana yang diakui kakaknya, Rasyid bin Ismail. Sosok beliau kurus, tidak tinggi, tidak pendek, kulit agak kecoklatan, ramah dermawan dan banyak menyumbangkan hartanya untuk pendidikan.</p>
<h2 style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc00;"><strong>Penelitian Hadis</strong></span></h2>
<p style="text-align:justify;">Untuk mengumpulkan dan menyeleksi hadits shahih, Bukhari menghabiskan waktu selama 16 tahun untuk mengunjungi berbagai kota guna menemui para perawi hadits, mengumpulkan dan menyeleksi haditsnya. Diantara kota-kota yang disinggahinya antara lain <a title="Bashrah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bashrah">Bashrah</a>, <a title="Mesir" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesir">Mesir</a>, <a title="Hijaz" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hijaz">Hijaz</a> (<a title="Mekkah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mekkah">Mekkah</a>, <a title="Madinah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Madinah">Madinah</a>), <a title="Kufah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kufah">Kufah</a>, <a title="Baghdad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Baghdad">Baghdad</a> sampai ke <a title="Asia Barat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asia_Barat">Asia Barat</a>. Di Baghdad, Bukhari sering bertemu dan berdiskusi dengan ulama besar <a title="Imam Ahmad bin Hanbali" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Ahmad_bin_Hanbali">Imam Ahmad bin Hanbali</a>. Dari sejumlah kota-kota itu, ia bertemu dengan 80.000 perawi. Dari merekalah beliau mengumpulkan dan menghafal satu juta hadits.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun tidak semua hadits yang ia hafal kemudian diriwayatkan, melainkan terlebih dahulu diseleksi dengan seleksi yang sangat ketat diantaranya apakah sanad (riwayat) dari hadits tersebut bersambung dan apakah perawi (periwayat/pembawa) hadits itu terpercaya dan tsiqqah (kuat). Menurut <a title="Ibnu Hajar Al Asqalani" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ibnu_Hajar_Al_Asqalani">Ibnu Hajar Al Asqalani</a>, akhirnya Bukhari menuliskan sebanyak 9082 hadis dalam karya monumentalnya <em>Al Jami&#8217;al-Shahil</em> yang dikenal sebagai Shahih Bukhari.</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak para ahli hadits yang berguru kepadanya seperti <a title="Syekh Abu Zahrah (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Syekh_Abu_Zahrah&amp;action=edit&amp;redlink=1">Syekh Abu Zahrah</a>, Abu Hatim Tirmidzi, <a title="Muhammad Ibn Nasr (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Muhammad_Ibn_Nasr&amp;action=edit&amp;redlink=1">Muhammad Ibn Nasr</a> dan <a title="Imam Muslim" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Muslim">Imam Muslim</a>.</p>
<h2 style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc00;">Karya-karyanya</span></h2>
<p style="text-align:justify;">Karya Imam Bukhari antara lain:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><em>Al-Jami&#8217; ash-Shahih</em> yang dikenal sebagai <em><a title="Shahih Bukhari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Shahih_Bukhari">Shahih Bukhari</a></em></li>
<li><em>Al-Adab al-Mufrad</em><sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Bukhari#cite_note-0">[1]</a></sup><sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Bukhari#cite_note-1">[2]</a></sup></li>
<li><em>Adh-Dhu&#8217;afa ash-Shaghir</em><sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Bukhari#cite_note-2">[3]</a></sup></li>
<li><em>At-Tarikh ash-Shaghir</em></li>
<li><em>At-Tarikh al-Ausath</em><sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Bukhari#cite_note-3">[4]</a></sup></li>
<li><em>At-Tarikh al-Kabir</em><sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Bukhari#cite_note-4">[5]</a></sup></li>
<li><em>At-Tafsir al-Kabir</em></li>
<li><em>Al-Musnad al-Kabir</em></li>
<li><em>Kazaya Shahabah wa Tabi&#8217;in</em></li>
<li><em>Kitab al-Ilal</em></li>
<li><em>Raf&#8217;ul Yadain fi ash-Shalah</em></li>
<li><em>Birr al-Walidain</em></li>
<li><em>Kitab ad-Du&#8217;afa</em></li>
<li><em>Asami ash-Shahabah</em></li>
<li><em>Al-Hibah</em></li>
<li><em>Khalq Af&#8217;al al-Ibad</em><sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Bukhari#cite_note-5">[6]</a></sup></li>
<li><em>Al-Kuna</em></li>
<li><em>Al-Qira&#8217;ah Khalf al-Imam</em></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Diantara guru-guru beliau dalam memperoleh hadits dan ilmu hadits antara lain <a title="Ali ibn Al Madini (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ali_ibn_Al_Madini&amp;action=edit&amp;redlink=1">Ali ibn Al Madini</a>, <a title="Imam Ahmad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Ahmad">Ahmad bin Hanbal</a>, <a title="Yahya bin Ma'in (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Yahya_bin_Ma%27in&amp;action=edit&amp;redlink=1">Yahya bin Ma&#8217;in</a>, <a title="Muhammad ibn Yusuf Al Faryabi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Muhammad_ibn_Yusuf_Al_Faryabi&amp;action=edit&amp;redlink=1">Muhammad ibn Yusuf Al Faryabi</a>, <a title="Maki ibn Ibrahim Al Bakhi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Maki_ibn_Ibrahim_Al_Bakhi&amp;action=edit&amp;redlink=1">Maki ibn Ibrahim Al Bakhi</a>, <a title="Muhammad ibn Yusuf al Baykandi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Muhammad_ibn_Yusuf_al_Baykandi&amp;action=edit&amp;redlink=1">Muhammad ibn Yusuf al Baykandi</a> dan <a title="Ibn Rahwahih (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ibn_Rahwahih&amp;action=edit&amp;redlink=1">ibn Rahwahih</a>. Selain itu ada 289 ahli hadits yang haditsnya dikutip dalam kitab Shahih-nya</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam meneliti dan menyeleksi hadits dan diskusi dengan para perawi. Imam Bukhari sangat sopan. Kritik-kritik yang ia lontarkan kepada para perawi juga cukup halus namun tajam. Kepada Perawi yang sudah jelas kebohongannya ia berkata, &#8220;perlu dipertimbangkan, para ulama meninggalkannya atau para ulama berdiam diri dari hal itu&#8221; sementara kepada para perawi yang haditsnya tidak jelas ia menyatakan &#8220;Haditsnya diingkari&#8221;. Bahkan banyak meninggalkan perawi yang diragukan kejujurannya. Dia berkata &#8220;Saya meninggalkan 10.000 <a title="Hadits" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hadits">hadits</a> yang diriwayatkan oleh perawi yang perlu dipertimbangkan dan meninggalkan <a title="Hadits" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hadits">hadits</a>-<a title="Hadits" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hadits">hadits</a> dengan jumlah yang sama atau lebih, yang diriwayatan oleh perawi yang dalam pandanganku perlu dipertimbangkan&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak para ulama atau perawi yang ditemui sehingga Bukhari banyak mencatat jati diri dan sikap mereka secara teliti dan akurat. Untuk mendapatkan keterangan yang lengkap mengenai sebuah hadits, mencek keakuratan sebuah hadits ia berkali-kali mendatangi ulama atau perawi meskipun berada di kota-kota atau negeri yang jauh seperti <a title="Baghdad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Baghdad">Baghdad</a>, <a title="Kufah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kufah">Kufah</a>, <a title="Mesir" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesir">Mesir</a>, <a title="Syam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Syam">Syam</a>, <a title="Hijaz" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hijaz">Hijaz</a> seperti yang dikatakan beliau &#8220;Saya telah mengunjungi <a title="Syam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Syam">Syam</a>, <a title="Mesir" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesir">Mesir</a>, dan Jazirah masing-masing dua kali; ke Basrah empat kali, menetap di <a title="Hijaz" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hijaz">Hijaz</a> selama enam tahun, dan tidak dapat dihitung berapa kali saya mengunjungi Kufah dan Baghdad untuk menemui ulama-ulama ahli hadits.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Di sela-sela kesibukannya sebagai ulama, pakar <a title="Hadits" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hadits">hadits</a>, ia juga dikenal sebagai ulama dan ahli <a title="Fiqih" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fiqih">fiqih</a>, bahkan tidak lupa dengan kegiatan kegiatan olahraga dan rekreatif seperti belajar memanah sampai mahir. Bahkan menurut suatu riwayat, Imam Bukhari tidak pernah luput memanah kecuali dua kali.</p>
<h2 style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc00;">Wafatnya</span></h2>
<p style="text-align:justify;">Kebesaran akan keilmuan beliau diakui dan dikagumi sampai ke seantero dunia Islam. Di <a title="Naisabur (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Naisabur&amp;action=edit&amp;redlink=1">Naisabur</a>, tempat asal imam Muslim seorang Ahli hadits yang juga murid Imam Bukhari dan yang menerbitkan kitab <em>Shahih Muslim</em>, kedatangan beliau pada tahun 250 H disambut meriah, juga oleh guru Imam Bukhari Sendiri <a title="Muhammad bin Yahya Az-Zihli (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Muhammad_bin_Yahya_Az-Zihli&amp;action=edit&amp;redlink=1">Muhammad bin Yahya Az-Zihli</a>. Dalam kitab Shahih Muslim, Imam Muslim menulis. &#8220;Ketika Imam Bukhari datang ke Naisabur, saya tidak melihat kepala daerah, para ulama dan warga kota memberikan sambutan luar biasa seperti yang mereka berikan kepada Imam Bukhari&#8221;. Namun kemudian terjadi fitnah yang menyebabkan Imam Bukhari meninggalkan kota itu dan pergi ke kampung halamannya di <a title="Bukhara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bukhara">Bukhara</a>.</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti halnya di Naisabur, di Bukhara beliau disambut secara meriah. Namun ternyata fitnah kembali melanda, kali ini datang dari Gubernur Bukhara sendiri, <a title="Khalid bin Ahmad Az-Zihli (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Khalid_bin_Ahmad_Az-Zihli&amp;action=edit&amp;redlink=1">Khalid bin Ahmad Az-Zihli</a> yang akhirnya Gubernur ini menerima hukuman dari Sultan <a title="Uzbekistan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Uzbekistan">Uzbekistan</a> <a title="Ibn Tahir (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ibn_Tahir&amp;action=edit&amp;redlink=1">Ibn Tahir</a>.</p>
<p style="text-align:justify;">Tak lama kemudian, atas permintaan warga <a title="Samarkand" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Samarkand">Samarkand</a> sebuah negeri tetangga Uzbekistan, Imam Bukhari akhirnya menetap di Samarkand,. Tiba di <a title="Khartand (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Khartand&amp;action=edit&amp;redlink=1">Khartand</a>, sebuah desa kecil sebelum Samarkand, ia singgah untuk mengunjungi beberapa familinya. Namun disana beliau jatuh sakit selama beberapa hari. Dan Akhirnya meninggal pada tanggal 31 Agustus 870 M (256 H) pada malam Idul Fitri dalam usia 62 tahun kurang 13 hari. Ia dimakamkan selepas Shalat Dzuhur pada Hari Raya Idul Fitri.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sumber: <a href="http://id.wikipedia.org" target="_blank">id.Wikipedia.org</a></p>
<h2 style="text-align:justify;"><a href="http://abdilatief.wordpress.com"><strong><span style="color:#993300;">Kehalaman Pertama</span></strong></a></h2>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abdilatief.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abdilatief.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abdilatief.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abdilatief.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abdilatief.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abdilatief.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abdilatief.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abdilatief.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abdilatief.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abdilatief.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abdilatief.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abdilatief.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abdilatief.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abdilatief.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdilatief.wordpress.com&amp;blog=9799421&amp;post=22&amp;subd=abdilatief&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abdilatief.wordpress.com/2009/10/12/imam-bukhari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e54161fb4e52a116a664314d14d06d62?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">iblizoffence</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Khalid Bin Walid</title>
		<link>http://abdilatief.wordpress.com/2009/10/10/khalid-bin-walid/</link>
		<comments>http://abdilatief.wordpress.com/2009/10/10/khalid-bin-walid/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Oct 2009 19:43:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iblizoffence</dc:creator>
				<category><![CDATA[Biografi]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Teladan]]></category>
		<category><![CDATA[Pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Khalid Bin Walid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abdilatief.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Khalid ibn al-Walid (584 &#8211; 642), atau sering disingkat Khalid bin Walid, adalah seorang panglima perang yang termahsyur dan ditakuti di medan perang serta dijuluki sebagai &#8220;pedang Allah yang terhunus&#8221;. Dia adalah salah satu dari panglima-panglima perang penting yang tidak terkalahkan sepanjang karirnya. Khalid dilahirkan kira-kira 17 tahun sebelum masa pembangunan Islam. Dia anggota suku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdilatief.wordpress.com&amp;blog=9799421&amp;post=15&amp;subd=abdilatief&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Khalid ibn al-Walid</strong> (<a title="584" href="http://id.wikipedia.org/wiki/584">584</a> &#8211; <a title="642" href="http://id.wikipedia.org/wiki/642">642</a>), atau sering disingkat <strong>Khalid bin Walid</strong>, adalah seorang panglima perang yang termahsyur dan ditakuti di medan perang serta dijuluki sebagai &#8220;pedang <a title="Allah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Allah">Allah</a> yang terhunus&#8221;. Dia adalah salah satu dari panglima-panglima perang penting yang tidak terkalahkan sepanjang karirnya.</p>
<p>Khalid dilahirkan kira-kira 17 tahun sebelum masa pembangunan Islam. Dia anggota suku Banu Makhzum, suatu cabang dari suku Quraisy. Ayahnya bernama Walid dan ibunya Lababah. Khalid termasuk diantara keluarga Nabi yang sangat dekat. Maimunah, bibi dari Khalid, adalah isteri Nabi. Dengan Umar sendiri pun Khalid ada hubungan keluarga, yakni saudara sepupunya. Suatu hari pada masa kanak-kanaknya kedua saudara sepupu ini main adu gulat. Khalid dapat mematahkan kaki Umar. Untunglah dengan melalui suatu perawatan kaki Umar dapat diluruskan kembali dengan baik.<span id="more-15"></span></p>
<p>Awalnya Khalid bin Walid adalah panglima perang kaum kafir <a title="Quraisy" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Quraisy">Quraisy</a> yang terkenal dengan pasukan kavalerinya. Pada saat <a title="Pertempuran Uhud" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pertempuran_Uhud">Pertempuran Uhud</a>, Khalidlah yang melihat celah kelemahan pasukan Muslimin yang menjadi lemah setelah bernafsu mengambil rampasan perang dan turun dari Bukit Uhud dan menghajar pasukan Muslim pada saat itu. Tetapi setelah perang itulah Khalid mulai masuk <a title="Islam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Islam">Islam</a>.</p>
<p>Ayah Khalid yang bernama Walid bin Mughirah dari Bani Makhzum, adalah salah seorang pemimpin yang paling berkuasa diantara orang-orang Quraisy. Dia sangat kaya. Dia menghormati Ka&#8217;bah dengan perasaan yang sangat mendalam. Sekali dua tahun dialah yang menyediakan kain penutup Ka&#8217;bah. Pada masa ibadah Haji dia memberi makan dengan cuma-cuma bagi semua orang yang datang berkumpul di Mina.</p>
<p>Ketika orang Quraisy memperbaiki Ka&#8217;bah tidak seorang pun yang berani meruntuhkan dinding-dindingnya yang tua itu. Semua orang takut kalau-kalau jatuh dan mati. Melihat suasana begini Walid maju kedepan dengan bersenjatakan sekop sambil berteriak, &#8220;O, Tuhan jangan marah kepada kami. Kami berniat baik terhadap rumahMu&#8221;.</p>
<p>Nabi mengharap-harap dengan sepenuh hati, agar Walid masuk Islam. Harapan ini timbul karena Walid seorang kesatria yang berani dimata rakyat. Karena itu dia dikagumi dan dihormati oleh orang banyak. Jika dia telah masuk Islam ratusan orang akan mengikutinya.</p>
<p>Dalam hati kecilnya Walid merasa, bahwa Al Qur-&#8217;an itu adalah kalimat-kalimat Allah. Dia pernah mengatakan secara jujur dan terang-terangan, bahwa dia tidak bisa berpisah dari keindahan dan kekuatan ayat-ayat suci itu.</p>
<p>Suku Banu Makhzum mempunyai tugas-tugas penting. Jika terjadi peperangan, Banu Muhzum lah yang mengurus gudang senjata dan gudang tenaga tempur. Suku inilah yang mengumpulkan kuda dan senjata bagi prajurit-prajurit.</p>
<p>Tidak ada cabang suku Quraisy lain yang bisa lebih dibanggakan seperti Banu Makhzum. Ketika diadakan kepungan maut terhadap orang-orang Islam dilembah Abu Thalib, orang-orang Banu Makhzumlah yang pertama kali mengangkat suaranya menentang pengepungan itu.</p>
<p>Kita tidak banyak mengetahui mengenai Khalid pada masa kanak-kanaknya. Tetapi satu hal kita tahu dengan pasti, ayah Khalid orang berada. Dia mempunyai kebun buah-buahan yang membentang dari kota Mekah sampai ke Taif. Kekayaan ayahnya ini membuat Khalid bebas dari kewajiban-kewajibannya.</p>
<p>Dia lebih leluasa dan tidak usah belajar berdagang. Dia tidak usah bekerja untuk menambah pencaharian orang tuanya. Kehidupan tanpa suatu ikatan memberi kesempatan kepada Khalid mengikuti kegemarannya. Kegemarannya ialah adu tinju dan berkelahi.</p>
<p>Saat itu pekerjaan dalam seni peperangan dianggap sebagai tanda seorang Satria. Panglima perang berarti pemimpin besar. Kepahlawanan adalah satu hal terhormat di mata rakyat.</p>
<p>Ayah Khalid dan beberapa orang pamannya adalah orang-orang yang terpandang dimata rakyat. Hal ini memberikan dorongan keras kepada Khalid untuk mendapatkan kedudukan terhormat, seperti ayah dan paman-pamanya. Satu-satunya permintaan Khalid ialah agar menjadi orang yang dapat mengatasi teman-temannya didalam hal adu tenaga. Sebab itulah dia menceburkan dirinya kedalam seni peperangan dan seni bela diri. Malah mempelajari keahlian mengendarai kuda, memainkan pedang dan memanah. Dia juga mencurahkan perhatiannya kedalam hal memimpin angkatan perang. Bakat-bakatnya yang asli, ditambah dengan latihan yang keras, telah membina Khalid menjadi seorang yang luar biasa. Kemahiran dan keberaniannya mengagumkan setiap orang.</p>
<p>Pandangan yang ditunjukkannya mengenai taktik perang menakjubkan setiap orang. Dengan gamblang orang dapat melihat, bahwa dia akan menjadi ahli dalam seni kemiliteran.</p>
<p>Dari masa kanak-kanaknya dia memberikan harapan untuk menjadi ahli militer yang luar biasa jenialnya.</p>
<h2><span style="color:#ffff00;"><strong>Menentang Islam</strong></span></h2>
<p>Pada masa kanak-kanaknya Khalid telah kelihatan menonjol diantara teman-temannya. Dia telah sanggup merebut tempat istimewa dalam hati rakyat. Lama kelamaan Khalid menanjak menjadi pemimpin suku Quraisy. Pada waktu itu orang-orang Quraisy sedang memusuhi Islam. Mereka sangat anti dan memusuhi agama Islam dan penganut-penganut Islam. Kepercayaan baru itu menjadi bahaya bagi kepercayaan dan adat istiadat orang-orang Quraisy. Orang-orang Quraisy sangat mencintai adat kebiasaannya. Sebab itu mereka mengangkat senjata untuk menggempur orang-orang Islam. Tunas Islam harus dihancurkan sebelum tumbuh berurat-berakar. Khalid sebagai pemuda Quraisy yang berani dan bersemangat berdiri di garis paling depan dalam penggempuran terhadap kepercayaan baru ini. Hal ini sudah wajardan seirama dengan kehendak alam.</p>
<p>Sejak kecil pemuda Khalid bertekad menjadi pahlawan Quraisy. Kesempatan ini diperolehnya dalam pertentangan-pertentangan dengan orang-orang Islam. Untuk membuktikan bakat dan kecakapannya ini, dia harus menonjolkan dirinya dalam segala pertempuran. Dia harus memperlihatkan kepada sukunya kwalitasnya sebagai pekelahi.</p>
<h2><span style="color:#ffff00;">Perang UHUD</span></h2>
<p>Kekalahan kaum Quraisy didalam perang Badar membuat mereka jadi kegila-gilaan, karena penyesalan dan panas hati. Mereka merasa terhina. Rasa sombong dan kebanggaan mereka sebagai suku Quraisy telah meluncur masuk lumpur kehinaan Arang telah tercoreng dimuka orang-orang Quraisy. Mereka seolah-olah tidak bisa lagi mengangkat dirinya dari lumpur kehinaan ini. Dengan segera mereka membuat persiapan-persiapan untuk membalas pengalaman pahit yang terjadi di Badar.</p>
<p>Sebagai pemuda Quraisy, Khalid bin Walid pun ikut merasakan pahit getirnya kekalahan itu. Sebab itu dia ingin membalas dendam sukunya dalam peperangan Uhud. Khalid dengan pasukannya bergerak ke Uhud dengan satu tekad menang atau mati. Orang-orang Islam dalam pertempuran Uhud ini mengambil posisi dengan membelakangi bukit Uhud.</p>
<p>Sungguhpun kedudukan pertahanan baik, masih terdapat suatu kekhawatiran. Dibukit Uhud masih ada suatu tanah genting, dimana tentara Quraisy dapat menyerbu masuk pertahanan Islam. Untuk menjaga tanah genting ini, Nabi menempatkan 50 orang pemanah terbaik. Nabi memerintahkan kepada mereka agar bertahan mati-matian. Dalam keadaan bagaimana jua pun jangan sampai meninggalkan pos masing-masing.</p>
<p>Khalid bin Walid memimpin sayap kanan tentara Quraisy empat kali lebih besar jumlahnya dari pasukan Islam. Tetapi mereka jadi ragu-ragu mengingat kekalahant-kekalahan yang telah mereka alami di Badar. Karena kekalahan ini hati mereka menjadi kecil menghadapi keberanian orang-orang Islam.</p>
<p>Sungguh pun begitu pasukan-pasukan Quraisy memulai pertempuran dengan baik. Tetapi setelah orang-orang Islam mulai mendobrak pertahanan mereka, mereka telah gagal untuk mempertahankan tanah yang mereka injak.</p>
<p>Kekuatannya menjadi terpecah-pecah. Mereka lari cerai-berai. Peristiwa Badar berulang kembali di Uhud. Saat-saat kritis sedang mengancam orang-orang Quraisy. Tetapi Khalid bin Walid tidak goncang dan sarafnya tetap membaja. Dia mengumpulkan kembali anak buahnya dan mencari kesempatan baik guna melakukan pukulan yang menentukan.</p>
<p>Melihat orang-orang Quraisy cerai-berai, pemanah-pemanah yang bertugas ditanah genting tidak tahan hati. Pasukan Islam tertarik oleh harta perang, harta yang ada pada mayat-mayat orang-orang Quraisy. Tanpa pikir panjang akan akibatnya, sebagian besar pemanah-pemanah, penjaga tanah genting meninggalkan posnya dan menyerbu kelapangan.</p>
<p>Pertahanan tanah genting menjadi kosong. Khalid bin Walid dengan segera melihat kesempatan baik ini. Dia menyerbu ketanah genting dan mendesak masuk. Beberapa orang pemanah yang masih tinggal dikeroyok bersama-sama. Tanah genting dikuasai oleh pasukan Khalid dan mereka menjadi leluasa untuk menggempur pasukan Islam dari belakang.</p>
<p>Dengan kecepatan yang tak ada taranya Khalid masuk dari garis belakang dan menggempur orang Islam dipusat pertahanannya. Melihat Khalid telah masuk melalui tanah genting, orang-orang Quraisy yang telah lari cerai-berai berkumpul kembali dan mengikuti jejak Khalid menyerbu dari belakang. Pemenang-pemenang antara beberapa menit yang lalu, sekarang telah terkepung lagi dari segenap penjuru, dan situasi mereka menjadi gawat.</p>
<p>Khalid bin Walid telah merobah kemenangan orang Islam di Uhud menjadi suatu kehancuran. Mestinya orang-orang Quraisylah yang kalah dan cerai-berai. Tetapi karena gemilangnya Khalid sebagai ahli siasat perang, kekalahan-kekalahan telah disunglapnya menjadi satu kemenangan. Dia menemukan lobang-lobang kelemahan pertahanan orang Islam.</p>
<p>Hanya pahlawan Khalidlah yang dapat mencari saat-saat kelemahan lawannya. Dan dia pula yang sanggup menarik kembali tentara yang telah cerai-berai dan memaksanya untuk bertempur lagi. Seni perangnya yang luar biasa inilah yang mengungkap kekalahan Uhud menjadi suatu kemenangan bagi orang Quraisy.</p>
<p>Ketika Khalid bin Walid memeluk Islam Rasulullah sangat bahagia, karena Khalid mempunyai kemampuan berperang yang dapat digunakan untuk membela Islam dan meninggikan kalimatullah dengan perjuangan jihad. Dalam banyak kesempatan peperangan Islam Khalid bin Walid diangkat menjadi komandan perang dan menunjukan hasil gemilang atas segala upaya jihadnya.</p>
<p>Pada masa pemerintahan <a title="Abu Bakar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abu_Bakar">Abu Bakar</a>, Khalid diamanahkan unruk memperluas wilayah Islam dan membuat kalang kabut pasukan <a title="Romawi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Romawi">Romawi</a> dan <a title="Persia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Persia">Persia</a>. Pada tahun <a title="636" href="http://id.wikipedia.org/wiki/636">636</a>, pasukan Arab yang dipimpin Khalid berhasil menguasai Suriah dan Palestina dalam <a title="Pertempuran Yarmuk" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pertempuran_Yarmuk">Pertempuran Yarmuk</a>, menandai dimulainya penyebaran <a title="Islam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Islam">Islam</a> yang cepat di luar <a title="Jazirah Arab" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jazirah_Arab">Arab</a>.</p>
<p>Pada masa pemerintahan <a title="Umar bin Khattab" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Umar_bin_Khattab">Umar bin Khattab</a>, Khalid diberhentikan tugasnya dari medan perang dan diberi tugas untuk menjadi duta besar. Hal ini dilakukan oleh Umar agar Khalid tidak terlalu didewakan oleh kaum Muslimin pada masa itu.</p>
<h2><a href="http://abdilatief.wordpress.com"><span style="color:#993300;"><strong>Kehalaman Pertama</strong></span></a></h2>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abdilatief.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abdilatief.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abdilatief.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abdilatief.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abdilatief.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abdilatief.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abdilatief.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abdilatief.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abdilatief.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abdilatief.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abdilatief.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abdilatief.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abdilatief.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abdilatief.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abdilatief.wordpress.com&amp;blog=9799421&amp;post=15&amp;subd=abdilatief&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abdilatief.wordpress.com/2009/10/10/khalid-bin-walid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e54161fb4e52a116a664314d14d06d62?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">iblizoffence</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
