Minta Maaf

November 1, 2009

Seorang anak sangat suka berdebat dengan kawannya sehingga menjadi hobinya untuk mendebat temanya. Suata hari dia ingin sadar dan bertanya kepada ayahnya. yah, bagaimana caranya supaya saya bisa berhenti untuk berdebat dengan orang?
“tancapkan paku pada pagar depan rumah setiap kali engkau berdebat dengan orang lain” jawab ayahnya
berikutnya si anak melaksanakan apa yang di katakan oleh ayahnya. Maka setiap dia berdebat dengan seseorang dia pun menancapkan paku di pagar rumahnya. Seiring bergulirnya waktu, pakupun banyak di depan rumahnya.

Suata hari di kembali bertanya kepada ayahnya bahwa di sudah bosan berdebat dengan orang. Kemudian ayahnya menyuruhnya untuk meminta maaf kepada setiap orang yang pernah di ajaknya berdebat dengan syarat jika sudah meminta maaf maka cabutlah satu paku yang pernah di tancapkan. Sang anak pun melaksanakan perintah ayahnya.

Setelah beberapa bulan paku yang tertancap di pagar telah habis sebagai tanda bahwa semua orang yang pernah diajak berdebat telah memaafkannya. Sang anak menghadap ayah dan menayakan bahwa dia telah meminta maaf kepada semua orang. Namun keluarlah perkataan mutiara dari mulut sang ayah

“Benar engkau telah meminta maaf namun lihatlah pagar itu meskipun engkau telah mencabut pakunya namun tetap meninggalkan bekas begitupun manusia walaupun engkau telah meminta maaf namun masih ada goresan dalam hati”

iblizinfo.blogspot.com

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.