Minta Maaf

November 1, 2009

Seorang anak sangat suka berdebat dengan kawannya sehingga menjadi hobinya untuk mendebat temanya. Suata hari dia ingin sadar dan bertanya kepada ayahnya. yah, bagaimana caranya supaya saya bisa berhenti untuk berdebat dengan orang?
“tancapkan paku pada pagar depan rumah setiap kali engkau berdebat dengan orang lain” jawab ayahnya
berikutnya si anak melaksanakan apa yang di katakan oleh ayahnya. Maka setiap dia berdebat dengan seseorang dia pun menancapkan paku di pagar rumahnya. Seiring bergulirnya waktu, pakupun banyak di depan rumahnya.

Suata hari di kembali bertanya kepada ayahnya bahwa di sudah bosan berdebat dengan orang. Kemudian ayahnya menyuruhnya untuk meminta maaf kepada setiap orang yang pernah di ajaknya berdebat dengan syarat jika sudah meminta maaf maka cabutlah satu paku yang pernah di tancapkan. Sang anak pun melaksanakan perintah ayahnya.

Setelah beberapa bulan paku yang tertancap di pagar telah habis sebagai tanda bahwa semua orang yang pernah diajak berdebat telah memaafkannya. Sang anak menghadap ayah dan menayakan bahwa dia telah meminta maaf kepada semua orang. Namun keluarlah perkataan mutiara dari mulut sang ayah

“Benar engkau telah meminta maaf namun lihatlah pagar itu meskipun engkau telah mencabut pakunya namun tetap meninggalkan bekas begitupun manusia walaupun engkau telah meminta maaf namun masih ada goresan dalam hati”

iblizinfo.blogspot.com

Abunawas (Botol Ajaib)

October 27, 2009

Tidak ada henti-hentinya. Tidak ada kapok-kapoknya, Baginda selalu memanggil Abu Nawas untuk dijebak dengan berbagai pertanyaan atau tugas yang aneh-aneh. Hari ini Abu Nawas juga dipanggil ke istana. Setelah tiba di istana, Baginda Raja menyambut Abu Nawas dengan sebuah senyuman. “Akhir-akhir ini aku sering mendapat gangguan perut. Kata tabib pribadiku, aku kena serangan angin.” kata Baginda Raja memulai pembicaraan.

“Ampun Tuanku, apa yang bisa hamba lakukan hingga hamba dipanggil.” tanya Abu Nawas.

“Aku hanya menginginkan engkau menangkap angin dan memenjarakannya.” kata Baginda.

Abu Nawas hanya diam. Tak sepatah kata pun keluar dari mulutnya. la tidak memikirkan bagaimana cara menangkap angin nanti tetapi ia masih bingung bagaimana cara Read the rest of this entry »

omar1Umar Muchtar adalah seorang tokoh dan figur yang memiliki semangat juang tinggi, intelektual, cerdas dan berdedikasi tinggi pada agamanya. Dilahirkan tahun 1861, Umar memulai hidupnya menjadi seorang sufi dan memasuki tarekat yang bernama Sanusiyah sampai beliau meninggal. Tarekat yang unik. Ia tidak meninggalkan dunia tetapi peduli terhadap persoalan dunia. Tarekat ini sering berperang melawan ketidakadilan. Ini mengingatkan kita dengan do’a Abu Bakar, “Ya Allah! Jadikanlah dunia ini di tangan kami bukan di hati kami”.

Awal Perjuangan Libya Tahun 1911 dimulai saat kapal-kapal perang Itali berlabuh di pantai Tripoli, Libya. Mereka membuat permintaan kepada kekhalifahan Turki Ustmaniyah untuk menyerahkan Tripoli kepada Italia. Kalau tidak kota itu akan dihancurkan. Bersama rakyat Libya, kekhalifahan menolaknya mentah–mentah permintaan itu. Mereka menganggap Read the rest of this entry »

malcolm_x_usa“Pada usiaku yang ke-39, aku berada di kota suci Mekah. Saat itulah, untuk pertamakali dalam hidupku, aku berdiri di hadapan Ciptaan Yang Mahakuasa dan aku merasa menjadi manusia utuh.” (The Autobiography of Malcolm X, seperti yang dituturkan kepada Alex Haley)

Inilah kisah seseorang manusia yang bangkit dari limbah dunia kriminalitas, dan menjadi pemimpin revolusi hitam di Amerika Serikat.

Pada tanggal 19 Mei 1924 di Omaha, Nebraska, seorang bayi kulit hitam lahir dan diberi nama Malcolm Little. Kelak, bayi itu begitu terkenal dengan nama Malcolm X, dan setiap orang kulit hitam muslim di AS tahu siapa Malcolm X .”X”, nama yang diberikan oleh orang yang membuatnya menjadi muslim.”X” suatu cara untuk mengidentifikasikan dirinya dengan budak-budak hitam Afrika yang diangkut ke Read the rest of this entry »

Abu Nawas (Mengecoh Raja)

October 17, 2009

abunanawas dan rajaSejak peristiwa penghancuran barang-barang di istana oleh Abu Nawas yang dilegalisir oleh Baginda, sejak saat itu pula Baginda ingin menangkap Abu Nawas untuk dijebloskan ke penjara.  Sudah menjadi hukum bagi siapa saja yang tidak sanggup melaksanakan titah Baginda, maka tak disangsikan lagi ia akan mendapat hukuman. Baginda tahu Abu Nawas amat takut kepada beruang. Suatu hari Baginda memerintahkan prajuritnya menjemput Abu Nawas agar bergabung dengan rombongan Baginda Raja Harun Al Rasyid berburu beruang. Abu Nawas merasa takut dan gemetar tetapi ia tidak berani menolak perintah Baginda.

Dalam perjalanan menuju ke hutan, tiba-tiba Read the rest of this entry »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.